ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Menjaga kesehatan jantung bukan hanya soal rutin minum obat. Aktivitas sehari-hari dan kebiasaan hidup juga memainkan peran penting untuk mencegah serangan jantung, komplikasi, atau kekambuhan penyakit jantung. Ahli kesehatan menekankan pentingnya mengenali kegiatan yang harus dihindari agar jantung tetap kuat dan stabil.
Penyakit jantung menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, terutama bagi pasien dengan riwayat serangan jantung, gagal jantung, hipertensi, atau diabetes. Selain itu, faktor gaya hidup, pola makan, dan manajemen stres memiliki dampak besar terhadap risiko kesehatan jantung.
Berikut delapan kegiatan yang sebaiknya dihindari oleh penderita penyakit jantung:
-
Aktivitas fisik berat yang memaksa jantung bekerja keras
Mengangkat beban berat, olahraga intens, atau aktivitas yang membuat napas cepat terengah dapat memicu serangan jantung atau memperburuk kondisi gagal jantung. Pilihlah olahraga ringan yang aman, seperti berjalan kaki, yoga, atau bersepeda santai, dan selalu konsultasikan intensitas olahraga dengan dokter.
-
Makanan tinggi lemak jenuh dan trans
Gorengan, burger, pizza, kue kering bermargarin, dan makanan bersantan kental berisiko meningkatkan kolesterol jahat (LDL). Kolesterol tinggi dapat menyumbat pembuluh darah, menghambat aliran darah ke jantung, dan meningkatkan risiko serangan jantung. Ganti dengan ikan, ayam tanpa kulit, sayuran, dan buah segar.
Baca juga:
Diet Raw Food Kian Populer, Tren Makan Tanpa Masak yang Diklaim Lebih Sehat
-
Asupan garam berlebihan
Makanan olahan, mi instan, dan camilan asin mengandung natrium tinggi yang dapat menaikkan tekanan darah dan memperberat kerja jantung. Batasi konsumsi garam harian dan periksa label nutrisi sebelum membeli makanan kemasan.
-
Merokok dan paparan asap rokok
Nikotin dan zat kimia dalam rokok merusak dinding pembuluh darah, memicu peradangan, dan memperberat kerja jantung. Baik perokok aktif maupun pasif memiliki risiko serangan jantung lebih tinggi. Berhenti merokok secara tegas dianjurkan untuk memperpanjang usia penderita jantung.
-
Kurang tidur atau begadang
Tidur kurang dari 7–8 jam dapat meningkatkan hormon stres, tekanan darah, dan memicu gangguan irama jantung (aritmia). Rutinitas tidur yang teratur sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung.
-
Stres berlebihan tanpa penanganan
Stres kronis meningkatkan hormon adrenalin dan kortisol, yang menyebabkan detak jantung dan tekanan darah naik drastis. Teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau hobi menenangkan dianjurkan untuk mengelola stres.
-
Konsumsi alkohol dan kafein tinggi
Minuman beralkohol dan kafein berlebihan meningkatkan tekanan darah, risiko dehidrasi, dan gangguan irama jantung. Jika ingin tetap minum kopi atau teh, batasi jumlahnya dan konsultasikan dengan dokter.
Baca juga:
Kenali Zona Detak Jantung Saat Olahraga, Kunci Latihan Aman dan Efektif
-
Mengonsumsi obat atau suplemen tanpa saran dokter
Obat flu, pereda nyeri, atau suplemen tertentu bisa berinteraksi dengan obat jantung, menimbulkan efek samping serius. Konsultasikan semua penggunaan obat baru agar kesehatan jantung tetap aman.
Menghindari pantangan ini sekaligus menjalani aktivitas yang aman dapat secara signifikan menurunkan risiko komplikasi dan kekambuhan penyakit jantung. Penderita jantung disarankan untuk selalu mengikuti saran dokter, menjaga pola makan, rutin berolahraga ringan, dan mengelola stres untuk jantung yang lebih sehat dan aktivitas harian yang lebih aman.