ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA — Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 M kembali menjadi sorotan, khususnya terkait kesiapan dan integritas para petugas haji Indonesia di Arab Saudi. Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Dendi Suryadi, menegaskan bahwa profesionalisme dan disiplin mutlak diperlukan demi menjamin pelayanan optimal bagi jemaah.
Dalam pembekalan peserta Pendidikan dan Pelatihan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Dendi menyoroti masih adanya potensi perilaku tidak bertanggung jawab di kalangan petugas. Ia mengingatkan agar praktik “hadir saat menerima honor, namun absen saat jemaah membutuhkan bantuan” tidak kembali terulang.
“Petugas haji itu bukan sekadar menjalankan tugas administratif. Mereka adalah garda terdepan pelayanan jemaah. Jangan sampai setelah menerima haknya, justru menghilang di lapangan,” ujarnya dengan nada tegas.
Dendi juga memberikan perhatian khusus pada pelaksanaan tugas di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), yang dikenal sebagai fase paling krusial dalam rangkaian ibadah haji. Ia menekankan bahwa petugas yang telah menunaikan haji tetap wajib mengenakan seragam dan menunjukkan sikap teladan, baik dalam ibadah maupun perilaku sehari-hari.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap instruksi pimpinan. Menurutnya, pelayanan haji hanya dapat berjalan efektif jika seluruh unsur PPIH bekerja dalam satu komando dan tidak bersikap membangkang.
Baca juga: Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jadikan Ramadan 1447 H Momentum Penguatan Takwa dan Kemajuan Peradaban
“Tidak boleh ada petugas yang merasa paling tahu lalu menolak perintah atasan. Ikuti arahan pimpinan demi kepentingan jemaah,” katanya.
Tak hanya soal kinerja, Dendi turut menyinggung etika dan kebiasaan kecil yang mencerminkan kualitas petugas haji. Ia mengingatkan agar petugas menjaga kebersihan lingkungan, tidak merokok sembarangan, serta tidak membuang sampah di tempat yang tidak semestinya.
“Kalau belum mampu membersihkan, setidaknya jangan menambah masalah dengan mengotori,” tegasnya.
Dalam perspektif spiritual, Dendi mengajak seluruh petugas untuk tidak meremehkan perbuatan kecil selama bertugas. Menurutnya, keikhlasan dalam hal sederhana justru bisa menjadi nilai ibadah yang besar di sisi Allah.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarunsur penyelenggara haji, termasuk kerja sama dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta PPIH kloter. Kolaborasi yang solid dinilai menjadi kunci utama kelancaran pelayanan jemaah di Tanah Suci.
Baca juga: Sambut Ramadan 2026, Budi Santoso Buka Pasar Murah Kemendag, 75 UMKM Ramaikan Lapangan Pejambon
Lebih jauh, Dendi menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak diukur dari fasilitas mewah atau seremonial semata. Indikator utamanya justru terletak pada kondisi jemaah.
“Kalau jemaah selamat, tidak ada yang hilang, tidak banyak yang wafat, dan mereka pulang dengan hati tenang tanpa kesedihan, itulah keberhasilan haji,” pungkasnya.
Arahan tersebut menjadi pengingat bahwa peran petugas haji bukan sekadar profesi musiman, melainkan amanah besar dalam melayani tamu-tamu Allah dengan dedikasi, ketulusan, dan tanggung jawab penuh.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.