Banner Utama

Sektor Keuangan Banyumas Raya Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global

Banyumas Raya EKBIS
By Hermiana  —  On Jan 29, 2026
Caption Foto : Grafik pertumbuhan perbankan di Banyumas Raya. (Foto : Dok. OJK Purwokerto).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto memastikan stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah eks Karesidenan Banyumas tetap terjaga hingga November 2025. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global, kinerja industri keuangan daerah dinilai masih menunjukkan ketahanan dengan tren pertumbuhan yang positif, khususnya di sektor perbankan.

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Purwokerto, Haramain Billady, mengatakan sejumlah indikator utama sektor jasa keuangan di Banyumas Raya masih berada pada level yang terjaga dan mendukung aktivitas perekonomian daerah.

“Secara umum, kondisi sektor jasa keuangan di wilayah kerja OJK Purwokerto sampai dengan November 2025 tetap stabil dan tumbuh, meskipun dihadapkan pada dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian,” ujar Haramain Billady.

Haramain menjelaskan, hingga akhir November 2025, total aset perbankan di wilayah eks Karesidenan Banyumas tumbuh sebesar 4,78 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,49 persen yoy. Di sisi lain, penyaluran kredit tercatat mengalami kontraksi tipis sebesar 0,21 persen yoy.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh kinerja bank umum yang beroperasi di wilayah kerja OJK Purwokerto. Aset bank umum tumbuh 3,97 persen yoy, sedangkan DPK meningkat cukup signifikan sebesar 6,27 persen yoy. Namun demikian, penyaluran kredit masih mengalami tekanan dengan kontraksi tipis sebesar 0,21 persen yoy.

Baca juga: Obligasi Jadi Primadona Investasi Milenial dan Gen Z, Ini Alasan dan Cara Memulainya

“Kontraksi kredit ini relatif terbatas dan masih dipengaruhi oleh sikap kehati-hatian perbankan dalam merespons kondisi perekonomian serta kualitas permintaan kredit,” jelasnya.

Sementara itu, kinerja Bank Perkreditan Rakyat dan BPR Syariah (BPR/S) hingga November 2025 masih menghadapi tantangan. Aset BPR/S terkontraksi 1,71 persen yoy, DPK turun 0,66 persen yoy, dan kredit menurun 2,73 persen yoy. Haramain menyebutkan, tingginya rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) BPR/S yang mencapai 22,31 persen menjadi salah satu perhatian utama OJK.

“Tingginya NPL BPR/S merupakan dampak dari proses normalisasi kredit restrukturisasi Covid-19. Sejumlah portofolio kredit hasil stimulus harus disesuaikan kembali kualitasnya berdasarkan hasil asesmen,” ungkap Haramain.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyaluran kredit BPR/S masih berorientasi pada sektor produktif, terutama kredit modal kerja yang porsinya mencapai 54 persen. Selain itu, sekitar 60 persen pembiayaan BPR/S masih mengalir ke segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan sektor penerima terbesar meliputi perdagangan besar dan eceran, konstruksi, serta sektor bukan lapangan usaha.

Di sektor pasar modal, Haramain mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap investasi terus meningkat, khususnya dari kalangan generasi muda. Hingga Agustus 2025, jumlah investor saham di wilayah kerja OJK Purwokerto tumbuh 27,93 persen yoy, sedangkan investor reksa dana meningkat 22,57 persen yoy.

Baca juga: Keluhan Opsen PKB Menguat, Ketua DPRD Banyumas Dorong Kajian Menyeluruh dan Transparan

“Kenaikan jumlah investor ini diikuti dengan lonjakan nilai transaksi yang mencapai Rp1,47 triliun atau tumbuh 116,51 persen. Investor usia 21 hingga 30 tahun menjadi kelompok yang paling dominan,” katanya.

Pada sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), Lembaga Keuangan Mikro (LKM) mencatatkan pertumbuhan DPK sebesar 3,19 persen dan kredit tumbuh signifikan sebesar 20,15 persen, meskipun total aset mengalami kontraksi 3,15 persen. Sementara itu, industri perusahaan pembiayaan hingga Oktober 2025 menyalurkan pembiayaan sebesar Rp4,047 triliun, dengan porsi terbesar pada sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi dan perawatan kendaraan bermotor.

Adapun di sektor asuransi, Haramain menyebutkan industri asuransi jiwa dan asuransi umum konvensional di wilayah eks Karesidenan Banyumas masih mengalami tekanan. Premi asuransi tercatat turun 26,41 persen yoy menjadi Rp398,78 miliar.

Dari sisi perlindungan konsumen, sepanjang Januari hingga 31 Desember 2025, Kantor OJK Purwokerto menerima 1.124 pengaduan konsumen jasa keuangan dan melayani 12.258 permintaan Informasi Debitur melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

“Pengaduan didominasi oleh persoalan terkait SLIK, restrukturisasi kredit, agunan, pelunasan kredit, dan pelayanan pelaku usaha jasa keuangan,” tambahnya.

Baca juga: Jaga Kekhusyukan Ramadan, Polresta Banyumas Tingkatkan Patroli di Jam Rawan

Selain itu, OJK Purwokerto juga aktif meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Sepanjang 2025, OJK telah melaksanakan 116 kegiatan literasi keuangan yang menjangkau 144.773 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku UMKM, santri pondok pesantren, hingga pelajar, mahasiswa, dan ibu rumah tangga.

Ke depan, Haramain menegaskan OJK Purwokerto akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku industri jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya guna menjaga stabilitas sistem keuangan daerah agar tetap kuat dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global maupun domestik.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: