Banner Utama

Safari Pesantren, Menag Tegaskan Kesetaraan Pesantren dan Sekolah

Nasional
By Ariyani  —  On Feb 07, 2026
Caption Foto : Menteri Agama, Nasaruddin Umar. (Foto : Dok. Kemenag).

ORBIT-NEWS.COM, MAGELANG - Menteri Agama Nasaruddin Umar menggelar safari pesantren di sejumlah wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah sebagai langkah strategis untuk menyerap aspirasi langsung dari basis pendidikan keagamaan. Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat posisi pesantren sebagai pilar penting pendidikan nasional yang setara dengan sekolah formal.

Dalam rangkaian safari tersebut, Menag mendatangi beberapa pesantren besar di Jawa Tengah, antara lain Pondok Pesantren API ASRI Syubbanul Wathon di Magelang, Pesantren Al Itqon di Semarang, serta Pesantren Futuhiyah di Demak. Di Magelang, Menag berdialog dengan pengasuh pesantren, santri, dan civitas academica Institut Agama Islam (IAI) Syubbanul Wathon, sekaligus menyerahkan bantuan senilai Rp75 juta dari Kementerian Agama untuk mendukung pengembangan pendidikan.

Menag menjelaskan, safari pesantren bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan upaya menyusun kebijakan berbasis realitas lapangan. Aspirasi yang dihimpun akan menjadi pijakan penting dalam pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren yang tengah dipersiapkan Kementerian Agama.

“Dengan hadir langsung, kami bisa melihat dinamika pendidikan keagamaan secara utuh. Masukan dari para kiai dan pengelola pesantren jauh lebih kaya dibandingkan laporan tertulis,” ujar Menag, Jumat (6/2/2026).

Baca juga: Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jadikan Ramadan 1447 H Momentum Penguatan Takwa dan Kemajuan Peradaban

Menurutnya, pendekatan langsung ini diperlukan agar program strategis pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan pesantren di berbagai daerah, yang memiliki karakter sosial dan tantangan berbeda-beda. Safari serupa, kata Menag, akan terus berlanjut ke wilayah lain setelah sebelumnya menyisir kawasan Bekasi dan sekitarnya di Jawa Barat.

Dalam pertemuan tersebut, Menag juga menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto terkait arah kebijakan pendidikan nasional. Pemerintah, tegasnya, berkomitmen menghapus sekat antara pesantren dan sekolah formal.

“Pesan Bapak Presiden jelas, tidak boleh lagi ada dikotomi. Pesantren dan sekolah sama-sama mendidik generasi bangsa. Kesetaraan ini akan diwujudkan secara bertahap melalui kebijakan yang inklusif,” ungkap Menag.

Pondok Pesantren API ASRI Syubbanul Wathon Magelang sendiri dikenal sebagai pesantren yang mengintegrasikan pendidikan salaf dengan jalur formal. Didirikan oleh KH. Abdurrahman Chudlori, putra KH. Chudlori bin Ihsan—pendiri API Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo—lembaga ini mengelola pendidikan dari tingkat menengah hingga perguruan tinggi.

Pengasuh Pesantren API ASRI Syubbanul Wathon, KH. M. Yusuf Chudlori, menyambut baik langkah pemerintah yang semakin memberi ruang dan perhatian kepada pesantren. Ia menilai dukungan tersebut sangat penting bagi keberlangsungan pendidikan ribuan santri.

Baca juga: Sambut Ramadan 2026, Budi Santoso Buka Pasar Murah Kemendag, 75 UMKM Ramaikan Lapangan Pejambon

“Di pesantren ini ada sekitar sembilan ribu santri di jalur salaf dan sekitar enam ribu siswa di SMP serta SMA. Totalnya kurang lebih 15 ribu anak yang kami dampingi. Dukungan pemerintah tentu sangat berarti bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan,” katanya.

Melalui safari pesantren ini, Kementerian Agama berharap terbangun komunikasi yang lebih terbuka dan berkelanjutan dengan pesantren di seluruh Indonesia. Dengan demikian, kebijakan penguatan pendidikan keagamaan tidak hanya bersifat top-down, tetapi lahir dari kebutuhan riil di lapangan dan berdampak langsung bagi peningkatan mutu pendidikan santri.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: