ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Bulan Ramadan sebentar lagi tiba. Menjelang puasa ini, sebagian orang mulai mempertanyakan kebiasaan berolahraga saat menjalankan ibadah puasa. Kekhawatiran akan tubuh lemas, rasa haus berlebihan, hingga risiko dehidrasi kerap membuat aktivitas fisik ditinggalkan sementara.
Padahal, berolahraga saat puasa tetap aman dilakukan selama dijalankan dengan cara yang tepat dan tidak berlebihan. Saat berpuasa, tubuh memang harus menahan asupan makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam. Kondisi ini memicu perubahan pola metabolisme yang membuat tubuh terasa lebih cepat lelah. Namun, rasa lemas yang muncul umumnya bukan pertanda kondisi berbahaya, melainkan respons alami tubuh terhadap perubahan jadwal makan dan minum.
Risiko dehidrasi memang bisa terjadi apabila olahraga dilakukan tanpa perencanaan yang baik. Meski demikian, risiko tersebut dapat diminimalkan dengan menjaga asupan cairan yang cukup saat sahur dan berbuka, serta memilih waktu dan jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh.
Bagi orang yang tidak memiliki penyakit atau gangguan kesehatan tertentu, olahraga saat puasa justru memberikan berbagai manfaat. Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu menjaga kebugaran tubuh, mengontrol berat badan, meningkatkan sensitivitas insulin, memperbaiki suasana hati, serta menjaga daya tahan tubuh tetap optimal selama Ramadan.
Baca juga: Salah Pilih Sepatu Olahraga Bisa Picu Cedera, Ini Panduan Menentukan yang Tepat
Agar manfaat tersebut dapat dirasakan secara maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Asupan gizi seimbang saat sahur menjadi kunci utama untuk menjaga energi sepanjang hari. Selain itu, kebutuhan cairan tubuh harus dipenuhi dengan minum air putih secara cukup selama waktu berbuka hingga sahur. Istirahat yang memadai, termasuk tidur siang singkat, juga membantu tubuh lebih siap beraktivitas.
Dari sisi waktu, olahraga disarankan dilakukan menjelang waktu berbuka puasa atau setelah berbuka. Jika memilih berolahraga setelah makan, sebaiknya beri jeda sekitar dua jam agar proses pencernaan tidak terganggu. Pemanasan sebelum olahraga dan pendinginan setelahnya juga penting untuk mencegah cedera.
Jenis olahraga yang dianjurkan selama puasa adalah aktivitas dengan intensitas rendah hingga sedang, seperti jalan santai, bersepeda ringan, yoga, pilates, atau tai chi. Durasi ideal berkisar 30 hingga 50 menit, dengan frekuensi dua hingga tiga kali dalam seminggu.
Dengan pengaturan yang tepat, olahraga saat puasa tidak hanya aman, tetapi juga membantu menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Kunci utamanya adalah mengenali kondisi diri, tidak memaksakan aktivitas, serta menjaga keseimbangan antara olahraga, asupan nutrisi, dan waktu istirahat selama Ramadan.