ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Kabupaten Banyumas semakin mantap menempatkan Kota Lama Banyumas sebagai destinasi unggulan wisata budaya yang memikat. Kawasan yang dulunya merupakan ibu kota Banyumas ini kini bertransformasi menjadi pusat aktivitas seni dan budaya yang hidup, menghadirkan beragam pertunjukan yang tak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai sejarah dan tradisi lokal.
Daya tarik Kota Lama Banyumas semakin lengkap dengan wajah baru Jalan Mruyung yang kini tampil lebih estetik sebagai salah satu ikon kawasan. Tak ketinggalan, Alun-Alun Banyumas juga telah disulap menjadi ruang publik yang nyaman dan menjadi tempat favorit masyarakat untuk bersantai, terutama saat sore hari dan akhir pekan.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, bahkan secara konsisten menyebut Kota Lama sebagai kota wisata budaya yang menjadi pusat ekspresi seni Banyumas. Ia menegaskan bahwa jumlah event yang digelar setiap tahun akan terus ditingkatkan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
“Kota Lama menjadi pusat budaya Banyumas, semua budaya Banyumas akan ditampilkan di sana dan yang sudah berlangsung, salah satunya adalah Jemparingan piala bupati yang rutin tiap tahun selalu di Kota Lama dan yang terbaru nanti pada awal Mei yaitu Banyumas Ngibing 24 Jam, semua di Kota Lama dan tidak boleh pindah ke tempat lain,” kata Sadewo.
Tak hanya dari sisi kegiatan, pengembangan infrastruktur juga terus digenjot. Dua dermaga telah disiapkan untuk menghubungkan Sungai Serayu dengan kawasan Kota Lama Banyumas. Bahkan, kapal pesiar juga telah tersedia, tinggal menunggu realisasi dermaga utama dari Kementerian PUPR, sebagai pelengkap pengalaman wisata yang semakin berkelas.
Baca juga: Pemprov Jateng Perkuat Mitigasi Erupsi Gunung Slamet, Status Waspada dan Radius Bahaya Diperluas
Nguri-Uri Budaya Lewat Peken Banyumas
Dalam perbincangan bersama Orbit-News.com, Camat Banyumas, Jakarta Tisam menyampaikan, kajian Kecamatan Banyumas menjadi kawasan cagar budaya sudah dimulai sejak Tahun 2021. Pada saat itu, baru ada wisata minat khusus.
Baca juga: Mulai 1 Mei 2026, Jadwal KA di Wilayah Purwokerto Berubah, Ini Daftar Lengkap dan Rutenya
“Pada saat itu, saya masih di Bapedalitbang Banyumas, awalnya pengajuannya sebagai Banyumas Kota Pusaka, kemudian oleh pihak kementerian diberi masukan agar dibuat kegiatan seni budaya. Lalu munculah kegiatan Peken Banyumasan,” jelasnya.
Peken Banyumasan merupakan ruang pertemuan antara para seniman, budayawan dan masyarakat umum. Berlokasi di Taman Sari Kota Lama, event ini menjadi magnet bagi masyarakat sekitar maupun wisatawan. Berbagai pertunjukan kesenian, kuliner, mainan tradisional, membatik, dan pertunjukan lainnya disajikan dalam bersamaan dalam satu hari di akhir pekan. Setelah Peken Banyumasan mulai digelar pada Tahun 2022, pengajuan dari Banyumas ke Kementerian PUPR mulai mendapat respon, namun Kementerian memunculkan istilah yang lain, yaitu Kota Lama Banyumas.
“Sebagai kawasan cagar budaya, Kota Lama Banyumas sudah mendapatkan kucuran dana dari pemerintah pusat, antara lain untuk mempercantik Jalan Mruyung, dimana banyak aktivitas budaya hingga kuliner di sana, kemudian penambahan lampu jalan, lampu taman serta perbaikan kawasan Alun-Alun Banyumas,” kata Jakarta Tisam.
Kota Lama Banyumas, tepatnya Jalan Mruyung sempat viral saat Menteri PUPR, Basuki datang. Namun, karena event yang digelar masih sangat terbatas, akhirnya meredup kembali. Bahkan Peken Banyumasan juga sempat berganti nama dan akhirnya tetap meredup. Hingga pada bulan Oktober 2025 lalu, Peken Banyumas kembali dihidupkan, sewaktu Jakarta Tisam menjabat sebagai camat Banyumas.
“Dari hasil evaluasi, aktivitas budaya jaraknya masih terlalu jauh. Saat ini, kita menggandeng banyak pihak untuk berkegiatan bersama, Peken Banyumasan mulai digelar kembali secara rutin, dua minggu sekali. Untuk mengangkat kembali memang butuh waktu, saat ini kunjungan masih kisaran ratusan, tetapi saat ada event bersama, kunjungan mencapai ribuan orang,” terangnya.
Baca juga: Rotasi Besar di Polres Kebumen, Kompol Andre Resmi Jadi Wakapolres Baru
Masuk Kalender Event, Siap Menjadi Magnet Wisata
Komitmen menjadikan Kota Lama Banyumas sebagai destinasi unggulan juga diperkuat dengan masuknya berbagai kegiatan ke dalam kalender event resmi tahun 2026. Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Wahyudiono mengatakan, puluhan event telah disiapkan untuk semakin meramaikan kawasan tersebut.
“Ada 54 kegiatan di kalender event dan separuhnya digelar di Kota Lama, termasuk Banyumas Ngibing 24 jam,” terangnya.
Menurutnya, ekosistem seni dan budaya di Kota Lama kini sudah mulai terbentuk dengan adanya kelompok seniman dan budayawan yang aktif berkegiatan. Selain itu, promosi ke luar daerah juga terus digencarkan melalui berbagai forum, salah satunya kegiatan Table Top yang mempertemukan pelaku industri pariwisata, biro perjalanan, hotel, dan pemerintah daerah.
Kota Lama Banyumas juga didukung oleh potensi desa wisata di sekitarnya, seperti Desa Pekunden yang menawarkan ragam kuliner khas Banyumas. Tidak hanya itu, wisata tematik seperti Kampung Mino dan Kampung Manggleng turut menambah kekayaan pengalaman bagi para pengunjung.
Dengan perpaduan antara kekayaan budaya, penguatan infrastruktur, serta kolaborasi berbagai pihak, Kota Lama Banyumas kini semakin siap menjadi destinasi wisata budaya yang tak hanya menarik, tetapi juga berkelanjutan. Sebuah tempat di mana tradisi tetap hidup dan terus berkembang, menghadirkan pesona yang tak lekang oleh waktu.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.