Banner Utama

Nyeri Otot Saat Olahraga, Tanda Tubuh Bekerja atau Sinyal Bahaya yang Perlu Diwaspadai?

Kesehatan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Feb 09, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Rasa pegal hingga nyeri otot kerap menjadi “teman setia” setelah atau bahkan saat berolahraga. Kondisi ini sering membuat sebagian orang ragu untuk melanjutkan aktivitas fisik, terutama bagi mereka yang baru mulai rutin berolahraga. Meski umumnya tidak berbahaya, nyeri otot tidak boleh diabaikan begitu saja karena bisa menjadi sinyal adanya kesalahan teknik, kelelahan otot, hingga cedera tertentu.

Nyeri otot dapat dialami siapa saja, baik pemula maupun atlet berpengalaman. Bagian tubuh yang paling sering terdampak biasanya adalah area yang bekerja aktif selama olahraga, seperti paha, betis, bahu, lengan, dan punggung. Pada kondisi normal, keluhan ini bersifat ringan dan akan mereda dengan istirahat atau perawatan sederhana. Namun, jika nyeri berlangsung lama atau semakin berat, hal tersebut patut diwaspadai.

Sejumlah faktor diketahui menjadi pemicu munculnya nyeri otot saat berolahraga. Salah satunya adalah kebiasaan melewatkan pemanasan dan pendinginan. Tanpa pemanasan, otot belum siap menerima beban kerja sehingga lebih rentan mengalami ketegangan. Sementara itu, pendinginan berperan membantu mengurangi penumpukan asam laktat yang sering menyebabkan rasa pegal setelah beraktivitas fisik.

Faktor lain yang tak kalah penting adalah teknik latihan. Gerakan yang keliru atau posisi tubuh yang tidak tepat dapat memberikan tekanan berlebih pada otot dan sendi. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini tidak hanya menimbulkan nyeri, tetapi juga meningkatkan risiko cedera.

Baca juga: Diet Raw Food Kian Populer, Tren Makan Tanpa Masak yang Diklaim Lebih Sehat

Lonjakan intensitas olahraga secara tiba-tiba juga kerap menjadi penyebab utama. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi terhadap peningkatan durasi, beban, maupun frekuensi latihan. Memaksakan diri—misalnya dari jarang berolahraga langsung melakukan latihan berat—dapat membuat otot dan sendi mengalami kelelahan berlebih.

Selain itu, cedera seperti keseleo, otot tertarik, atau robekan ligamen juga bisa memicu nyeri saat bergerak. Cedera ini biasanya terjadi akibat gerakan mendadak, salah pijakan, atau teknik yang kurang tepat. Kurangnya waktu istirahat pun turut berperan. Otot memerlukan fase pemulihan setelah bekerja keras, termasuk saat mengalami DOMS (delayed onset muscle soreness) yang biasanya muncul 24–72 jam setelah olahraga.

Tak hanya itu, kondisi tubuh secara umum juga berpengaruh. Dehidrasi serta kekurangan mineral penting seperti magnesium, kalsium, dan kalium dapat membuat otot mudah kram dan nyeri. Bahkan, beberapa kondisi medis tertentu—seperti radang sendi, kelainan tulang belakang, atau kadar asam urat tinggi—dapat meningkatkan risiko nyeri saat berolahraga.

Untuk mengurangi risiko dan mengatasi nyeri otot, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Memulai olahraga dengan pemanasan selama 5–10 menit dan menutupnya dengan pendinginan merupakan kebiasaan dasar yang sangat dianjurkan. Menguasai teknik latihan yang benar, meningkatkan intensitas secara bertahap, serta memberi waktu istirahat yang cukup juga menjadi kunci utama menjaga kesehatan otot.

Jika nyeri muncul, kompres dingin pada area yang sakit selama 15–20 menit dapat membantu meredakan peradangan dan rasa tidak nyaman. Yang terpenting, dengarkan sinyal tubuh. Bila nyeri terasa tidak wajar, menetap, atau disertai pembengkakan, segera hentikan aktivitas dan pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis atau pelatih profesional.

Baca juga: Kenali Zona Detak Jantung Saat Olahraga, Kunci Latihan Aman dan Efektif

Olahraga seharusnya membawa manfaat, bukan menjadi sumber cedera. Dengan teknik yang tepat, persiapan yang baik, serta perhatian terhadap kondisi tubuh, aktivitas fisik dapat dilakukan secara aman dan optimal untuk kesehatan jangka panjang.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: