ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Pendidikan dan Kaderisasi (KPK) tengah mematangkan program pesantren kilat yang akan digelar sepanjang bulan Ramadhan. Program ini dirancang sebagai ruang pembinaan karakter yang adaptif terhadap tantangan zaman, sekaligus menjawab kebutuhan generasi muda akan metode pembelajaran keagamaan yang lebih relevan dan aplikatif.
Ketua KPK MUI, Kartini menjelaskan, pesantren kilat akan dilaksanakan di berbagai lokasi strategis, mulai dari perguruan tinggi, sekolah, pondok pesantren, hingga masjid. Sasaran program mencakup mahasiswa, remaja, dan anak-anak, dengan kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman teori, tetapi juga praktik nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pendekatan pembelajaran akan diubah secara signifikan. Pesantren kilat tidak lagi sekadar diisi dengan ceramah satu arah, melainkan dikemas dalam bentuk pelatihan yang mendorong partisipasi aktif peserta. Nilai-nilai agama akan dikaitkan dengan isu-isu aktual, seperti pelestarian lingkungan, kepedulian sosial, hingga pengembangan kewirausahaan berbasis nilai keislaman.
“Ini upaya untuk menggeser paradigma pesantren kilat dari sekadar duduk dan mendengar menjadi proses pembelajaran yang membentuk sikap dan keterampilan,” ujar Kartini.
Baca juga: Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jadikan Ramadan 1447 H Momentum Penguatan Takwa dan Kemajuan Peradaban
KPK MUI juga menaruh perhatian khusus pada karakteristik Generasi Z dan Generasi Alpha. Untuk itu, metode pembelajaran akan memanfaatkan teknologi digital, seperti aplikasi interaktif, diskusi berbasis studi kasus, serta kuis daring, agar materi lebih mudah dipahami dan tidak terasa monoton.
Tak hanya berfokus pada kegiatan selama Ramadhan, program ini dirancang berkelanjutan. KPK MUI berencana membentuk platform alumni atau komunitas daring sebagai sarana pendampingan lanjutan. Melalui wadah tersebut, perkembangan spiritual dan karakter peserta akan terus dipantau, sekaligus menjadi ruang berbagi dan kolaborasi pasca-Ramadhan.
Dengan konsep ini, MUI berharap pesantren kilat mampu menjadi instrumen strategis dalam menanamkan nilai keagamaan, karakter kebangsaan, dan kepedulian sosial secara berkesinambungan di kalangan generasi muda.