ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, aktivitas saling berkunjung ke rumah keluarga, kerabat, hingga relasi kerja mulai terasa semakin semarak. Dalam budaya Tionghoa, kunjungan tersebut hampir selalu dibarengi dengan tradisi membawa hadiah sebagai ungkapan hormat, kasih sayang, sekaligus doa baik di awal tahun baru.
Imlek yang identik dengan warna merah dan emas bukan sekadar perayaan pergantian tahun, tetapi juga momentum mempererat hubungan sosial. Karena itu, pemilihan hadiah tidak dilakukan sembarangan. Setiap bingkisan memiliki makna simbolis yang mencerminkan harapan akan kesehatan, kemakmuran, keharmonisan, dan keberuntungan sepanjang tahun.
Tak heran jika sejak jauh hari masyarakat Tionghoa mulai mempersiapkan berbagai perlengkapan perayaan, termasuk kado yang akan diberikan kepada orang-orang terdekat. Mulai dari hadiah sederhana hingga bingkisan eksklusif, semuanya dipilih dengan pertimbangan nilai budaya yang melekat di dalamnya.
Beragam pilihan hadiah Imlek pun tersedia dan dapat disesuaikan dengan siapa penerimanya. Salah satu yang paling klasik adalah angpao atau amplop merah. Meski terkesan sederhana, angpao justru menjadi simbol utama berbagi rezeki dan keberuntungan. Pemberiannya pun memiliki aturan tersendiri, seperti menghindari nominal ganjil atau angka empat yang dianggap kurang membawa hoki.
Selain angpao, hiasan bernuansa Feng Shui juga kerap dipilih sebagai hadiah. Ornamen seperti patung naga, lonceng angin, atau kipas keberuntungan dipercaya mampu menghadirkan energi positif bagi rumah maupun tempat kerja penerimanya. Pilihan desain biasanya disesuaikan dengan karakter dan selera agar terasa lebih personal.
Baca juga: Salah Pilih Sepatu Olahraga Bisa Picu Cedera, Ini Panduan Menentukan yang Tepat
Di sisi lain, hampers makanan tradisional tetap menjadi favorit lintas generasi. Aneka manisan, kacang, camilan kering, hingga kartu ucapan berisi doa sering dirangkai dalam satu paket. Selain praktis, hadiah ini mencerminkan kebersamaan dan kehangatan keluarga saat Imlek tiba.
Pilihan lain yang tak kalah bermakna adalah set teh herbal premium. Dalam tradisi Tionghoa, teh melambangkan keharmonisan hubungan, ketenangan batin, serta kesehatan. Varian seperti oolong, jasmine, dan chrysanthemum sering dipilih dan dikemas dalam kotak elegan sebagai simbol penghormatan kepada penerima.
Sementara itu, tanaman keberuntungan seperti pohon jeruk mini atau bambu rejeki juga kerap dijadikan hadiah. Tanaman ini melambangkan pertumbuhan, rezeki, dan harapan hidup yang sejahtera. Selain sarat makna, tampilannya pun mempercantik ruangan.
Tak lengkap rasanya Imlek tanpa kue keranjang atau nian gao. Teksturnya yang lengket dipercaya melambangkan hubungan yang erat dan harmonis, sementara rasa manisnya mencerminkan harapan hidup penuh kebahagiaan. Kue ini biasanya dikemas dalam kotak bernuansa merah atau emas agar tampil lebih istimewa.
Pilihan lain yang semakin populer adalah parcel buah. Jeruk dan apel sering menjadi pilihan utama karena dimaknai sebagai simbol kemakmuran dan keberuntungan. Dengan kemasan yang rapi dan menarik, parcel buah menjadi hadiah yang sederhana namun sarat doa.
Baca juga: Diet Raw Food Kian Populer, Tren Makan Tanpa Masak yang Diklaim Lebih Sehat
Pada akhirnya, tradisi memberi hadiah saat Imlek bukan sekadar soal nilai materi. Lebih dari itu, setiap bingkisan merupakan wujud perhatian, doa, dan harapan agar hubungan tetap terjaga serta tahun baru dilalui dengan penuh energi positif dan keberuntungan.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.