ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus mendorong mahasiswa profesi ners untuk berani menatap panggung global. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui talkshow bertajuk “Career Opportunities for Nurses in Germany”, yang mengulas secara komprehensif peluang studi sekaligus karier keperawatan di Jerman.
Kegiatan ini menjadi ruang pembekalan awal bagi mahasiswa dalam memahami peta kebutuhan tenaga perawat internasional, khususnya di negara-negara Eropa yang tengah mengalami kekurangan tenaga kesehatan. Wakil Dekan Bidang Akademik FIKes Unsoed, Prof. Yunita Sari, membuka acara dengan menegaskan bahwa karier internasional bukan lagi sekadar wacana, melainkan peluang nyata yang dapat diraih dengan persiapan matang.
Menurut Prof. Yunita, kompetensi klinik yang kuat perlu ditopang dengan penguasaan bahasa asing serta kesiapan beradaptasi dengan budaya kerja lintas negara. “Kesempatan berkarier sebagai perawat di tingkat global sangat terbuka. Namun, mahasiswa perlu merencanakan langkahnya sejak dini agar mampu bersaing dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sesi utama talkshow menghadirkan Mr. Benedikt Schneider, praktisi dan pendidik keperawatan asal Jerman yang saat ini bertugas di University Medical Center Freiburg. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa sistem pendidikan perawat di Jerman menerapkan dual system, yakni perpaduan pembelajaran teori di institusi pendidikan dengan praktik langsung di fasilitas layanan kesehatan.
Model tersebut, lanjut Mr. Benedikt, memberikan keuntungan bagi peserta didik karena sejak tahun pertama mereka telah terlibat dalam praktik klinik sekaligus memperoleh penghasilan. Besaran gaji selama masa pendidikan berkisar antara €1.300 hingga €1.500 per bulan. Setelah lulus dan dinyatakan kompeten melalui state examination sebagai Pflegefachfrau atau Pflegefachmann, pendapatan perawat profesional dapat meningkat hingga €3.500–€4.000 per bulan.
Baca juga: ParagonCorp Perluas Akses Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa Lewat Novo Club Batch 4
Karir yang Luas
Tidak hanya menjanjikan dari sisi finansial, Jerman juga menawarkan spektrum karier yang luas bagi perawat, mulai dari rumah sakit, panti lansia, klinik, hingga institusi pendidikan. Berbagai pilihan spesialisasi pun tersedia, seperti keperawatan intensif, pediatri, dan geriatri, serta peluang melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Daya tarik lain yang disoroti adalah sistem ketenagakerjaan Jerman yang relatif stabil, didukung jaminan asuransi kesehatan dan sosial, pengaturan jam kerja yang jelas, serta keseimbangan antara kehidupan profesional dan pribadi. Perawat juga memiliki fleksibilitas dalam menentukan tempat dan lokasi kerja sesuai minat dan kebutuhan.
Terkait kesiapan perawat internasional, Mr. Benedikt menekankan bahwa penguasaan bahasa Jerman minimal level B2 menjadi syarat utama, di samping kelengkapan dokumen akademik, kepemilikan Surat Tanda Registrasi (STR), serta kesiapan mental dan budaya kerja. Ia juga memaparkan adanya skema dukungan terpadu bagi calon perawat internasional, mulai dari pelatihan bahasa A1–B2, pendampingan dokumen dan visa, fasilitasi wawancara kerja, orientasi pra-keberangkatan, hingga pendampingan integrasi di Jerman. Bahkan, tersedia peluang subsidi dengan nilai mencapai sekitar €9.700.
Baca juga: Keluhan Opsen PKB Menguat, Ketua DPRD Banyumas Dorong Kajian Menyeluruh dan Transparan
Talkshow berlangsung dinamis dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa tampak antusias menggali informasi seputar strategi penguatan kemampuan bahasa, adaptasi budaya kerja, serta perencanaan karier jangka panjang setelah penempatan di luar negeri. Melalui kegiatan ini, FIKes Unsoed berharap mahasiswa semakin siap menapaki karier keperawatan di tingkat internasional dengan bekal pengetahuan yang utuh dan realistis.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.