Banner Utama

Kementan Pastikan Pangan Aman Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026, Stok Beras Surplus

Nasional
By Ariyani  —  On Feb 04, 2026
Caption Foto : Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. (Foto ; Dok. Kementan).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan pangan nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah hingga Hari Raya Idul Fitri 2026. Kepastian ini disampaikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap produksi, pasokan, stok, dan pergerakan harga pangan strategis nasional.

Menurut Mentan Amran, hasil proyeksi menunjukkan bahwa sebagian besar kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri. Komoditas utama seperti beras, jagung, bawang merah, cabai merah, daging ayam, telur ayam, hingga minyak goreng dipastikan tersedia dalam jumlah cukup untuk memenuhi lonjakan permintaan selama Ramadhan dan Lebaran.

“Proyeksi produksi pangan strategis ini menjadi dasar untuk memastikan kecukupan pasokan sekaligus membaca potensi pergerakan harga di tingkat produsen,” jelas Amran.

Sementara itu, untuk komoditas yang selama ini masih bergantung pada pasokan luar negeri, seperti kedelai, bawang putih, daging sapi, dan gula konsumsi, pemerintah menerapkan strategi kombinasi antara produksi domestik dan pengelolaan impor secara terukur guna menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Mentan Amran menambahkan, pemerintah secara rutin melakukan penghitungan prognosa pangan strategis serta pemantauan harga secara intensif. Hingga akhir Maret 2026, seluruh stok pangan strategis nasional dilaporkan berada dalam kondisi mencukupi.

Baca juga: Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jadikan Ramadan 1447 H Momentum Penguatan Takwa dan Kemajuan Peradaban

Khusus komoditas beras, pemerintah menilai situasi nasional sangat kondusif. Selama periode Ramadhan, stok awal beras nasional tercatat sekitar 11,61 juta ton, ditambah produksi sekitar 7,98 juta ton. Dengan kebutuhan konsumsi yang diperkirakan mencapai 5,12 juta ton, neraca beras nasional menunjukkan surplus sekitar 14,48 juta ton. Adapun stok beras nasional pada Januari 2026 tercatat sekitar 3,34 juta ton, angka yang dinilai lebih dari cukup untuk menjaga stabilitas pasokan hingga Idul Fitri.

Selain menjaga pasokan, Kementerian Pertanian juga menyiapkan berbagai terobosan strategis. Salah satunya melalui hilirisasi sektor perunggasan dengan rencana pembangunan 30 unit industri ayam yang didukung pendanaan Danantara. Program ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok, meningkatkan nilai tambah, serta menyejahterakan peternak dan pelaku UMKM.

Dukungan kepada petani dan peternak juga diperkuat melalui alokasi APBN serta fasilitasi pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Di sisi lain, pemerintah melakukan pengamanan produksi di tengah musim hujan dan panen raya, memperlancar distribusi dari daerah surplus ke wilayah defisit, serta mengaktifkan sistem peringatan dini (early warning system) untuk memantau harga harian.

Koordinasi dengan pelaku usaha, BUMN dan BUMD pangan terus diperkuat, disertai pelaksanaan operasi pasar dan pengawasan bersama Satgas Pangan guna mencegah gejolak harga.

Baca juga: Sambut Ramadan 2026, Budi Santoso Buka Pasar Murah Kemendag, 75 UMKM Ramaikan Lapangan Pejambon

“Dengan pasokan yang memadai dan langkah pengamanan yang konsisten, kami optimistis ketersediaan serta stabilitas harga pangan strategis selama Ramadhan dan Idul Fitri dapat terjaga, sekaligus tetap melindungi kepentingan petani dan peternak nasional,” tegasnya.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: