ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan rumah ibadah dan lembaga pendidikan keagamaan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat siap menyambut bulan suci Ramadan, meskipun wilayah tersebut masih dalam tahap pemulihan pascabencana banjir dan longsor. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan, proses pemulihan sarana keagamaan di tiga provinsi tersebut menunjukkan progres signifikan.
Dari total 1.137 rumah ibadah yang terdampak bencana, mayoritas telah kembali digunakan masyarakat. Di Provinsi Aceh, 703 dari 878 rumah ibadah sudah beroperasi, sementara 175 lainnya masih dalam tahap perbaikan. Di Sumatera Utara, sebanyak 112 dari 137 rumah ibadah telah difungsikan kembali. Sementara itu, Sumatera Barat mencatat hampir pemulihan total, dengan 120 dari 122 rumah ibadah kembali aktif.
Selain perbaikan fisik, Kemenag juga menyalurkan bantuan sarana ibadah guna mendukung kelancaran aktivitas keagamaan. Bantuan tersebut meliputi karpet atau hambal, sajadah, mukena, hingga mushaf Al-Qur’an. Secara keseluruhan, sebanyak 9.000 mushaf Al-Qur’an telah disalurkan ke tiga provinsi terdampak.
Kesiapan sektor pendidikan keagamaan juga menjadi perhatian utama. Tercatat sekitar 500 madrasah terdampak bencana, dengan jumlah peserta didik mencapai 112.964 siswa serta lebih dari 12 ribu guru dan tenaga kependidikan. Hingga awal Januari 2026, sebanyak 435 madrasah atau sekitar 87 persen dinyatakan siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Sementara 65 madrasah lainnya masih terkendala kerusakan berat, kehilangan sarana pembelajaran, atau proses pembersihan pascabencana yang belum tuntas.
Menag menegaskan, Kemenag berkomitmen agar layanan pendidikan dan keagamaan tidak terhenti dalam kondisi apa pun. Berbagai skema pembelajaran darurat telah disiapkan, mulai dari kelas sementara hingga sistem belajar bergantian.
Baca juga: Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jadikan Ramadan 1447 H Momentum Penguatan Takwa dan Kemajuan Peradaban
“Dalam situasi darurat, yang terpenting adalah anak-anak tetap mendapatkan hak belajar, dan masyarakat tetap bisa menjalankan ibadah dengan layak,” ujar Nasaruddin Umar.
Ia menambahkan, menjelang Ramadan dan Idulfitri, pemulihan fungsi sosial keagamaan menjadi prioritas utama. Menurutnya, rumah ibadah dan madrasah memiliki peran strategis sebagai pusat pemulihan sosial dan spiritual masyarakat setelah bencana.
Sepanjang 2025, Kemenag telah menyalurkan bantuan pemulihan sarana dan prasarana dengan nilai yang cukup besar. Bantuan tersebut mencakup 5.886 unit sarana pembelajaran seperti meja, kursi, papan tulis, laptop, dan printer; 6.410 alat kebersihan; serta 792 paket peralatan darurat berupa genset, pompa air, dan alat semprot. Total nilai bantuan sarana prasarana mencapai Rp49,9 miliar.
Secara keseluruhan, bantuan Kementerian Agama untuk penanganan dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai Rp73,97 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBN sebesar Rp66,47 miliar dan program Kemenag Peduli sebesar Rp7,5 miliar.
Baca juga: Sambut Ramadan 2026, Budi Santoso Buka Pasar Murah Kemendag, 75 UMKM Ramaikan Lapangan Pejambon
Ke depan, Menag memastikan koordinasi lintas kementerian dan lembaga akan terus diperkuat agar proses pemulihan berjalan menyeluruh. “Yang kita pulihkan bukan hanya bangunan, tetapi juga kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat agar kembali tumbuh dan berdaya,” pungkasnya.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.