ORBIT-NEWS.COM, KOTA PEKALONGAN - Upaya pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat di Kota Pekalongan terus menunjukkan perkembangan positif. Bank Sampah Induk Kota Pekalongan tercatat masih beroperasi aktif hingga akhir 2025 dengan capaian menggembirakan, salah satunya peningkatan jumlah nasabah yang konsisten.
Direktur Bank Sampah Induk Kota Pekalongan, Abdul Mukti, mengungkapkan bahwa sejak awal 2025 jumlah nasabah mengalami kenaikan sekitar tujuh persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tren tersebut dinilai sebagai indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.
“Sepanjang 2025, aktivitas Bank Sampah Induk tetap berjalan. Jumlah nasabah bertambah sekitar tujuh persen. Dampaknya cukup signifikan karena seiring bertambahnya nasabah, volume sampah yang disetorkan juga meningkat,” jelasnya.
Ia menjelaskan, peningkatan setoran sampah tidak hanya berasal dari masyarakat perorangan. Sejumlah instansi, kelurahan, hingga kelompok masyarakat turut berkontribusi aktif dalam menyetorkan sampah terpilah. Kondisi ini dinilai mampu memperluas jangkauan pengelolaan sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih merata.
Menurut Abdul Mukti, konsep ekonomi sirkular yang diterapkan melalui bank sampah menjadi salah satu daya tarik utama. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini dapat ditukar menjadi tabungan, sehingga mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Baca juga:
Jalur Semarang–Purwodadi Putus Total, Polisi Terapkan Pengalihan Arus dan Siaga Penuh di Grobogan
Namun demikian, tantangan masih dihadapi, terutama terkait kebiasaan memilah sampah dari sumbernya. Ia menilai, sebagian masyarakat masih mencampur sampah, sehingga memerlukan edukasi dan pendampingan berkelanjutan.
“Kesadaran memilah sampah masih perlu ditingkatkan. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus terus didorong melalui sosialisasi dan edukasi secara berkelanjutan,” tuturnya.
Untuk meningkatkan kualitas layanan, Bank Sampah Induk Kota Pekalongan juga menyediakan fasilitas penjemputan sampah dengan syarat minimal berat 50 kilogram. Layanan ini mencakup berbagai jenis sampah yang memiliki nilai jual, sehingga memudahkan nasabah yang memiliki volume setoran cukup besar.
Ke depan, pengelola berharap minat masyarakat untuk menabung sampah terus bertambah. Selain memberikan keuntungan ekonomi, partisipasi aktif warga juga dinilai berkontribusi langsung terhadap pengurangan timbunan sampah dan peningkatan kualitas lingkungan kota.
Dengan dukungan pemerintah daerah, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan, Bank Sampah Induk Kota Pekalongan optimistis dapat menjadi penggerak utama pengelolaan sampah yang lebih efektif, produktif, dan berkelanjutan di masa mendatang.
Baca juga:
532 Warga Brebes Terdampak Tanah Gerak, Pemprov Jateng Percepat Relokasi dan Pembangunan Huntara