Banner Utama

Ini Perkiraan Awal Puasa Ramadhan 1447 H Menurut Pemerintah dan Ormas Islam

Nasional
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Feb 10, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam di Indonesia mulai bersiap menyambut kewajiban berpuasa. Persiapan tidak hanya menyentuh aspek fisik dan spiritual, tetapi juga pengaturan aktivitas sehari-hari, sehingga kepastian jadwal awal puasa menjadi perhatian banyak pihak.

Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, Ramadan 1447 H diperkirakan akan dimulai pada pertengahan Februari 2026. Fenomena ini kembali menegaskan karakter kalender Hijriah yang lebih pendek dibanding kalender Masehi, sehingga awal bulan-bulan Hijriah terus bergeser lebih awal setiap tahunnya.

Kalender Hijriah ditentukan berdasarkan peredaran bulan, dengan awal bulan ditandai oleh munculnya hilal setelah terjadinya ijtimak atau konjungsi bulan dan matahari. Pengamatan hilal biasanya dilakukan sesaat setelah matahari terbenam. Sementara itu, kalender Masehi didasarkan pada peredaran bumi mengelilingi matahari dengan sistem perhitungan hari selama 24 jam.

Perbedaan sistem tersebut membuat kalender Hijriah memiliki durasi bulan sekitar 29 hingga 30 hari, lebih singkat dibanding kalender Masehi yang berkisar antara 29 sampai 31 hari. Akibatnya, Ramadan dan bulan-bulan Hijriah lainnya selalu maju sekitar 10–11 hari setiap tahun.

Kalender Hijriah

Baca juga: Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jadikan Ramadan 1447 H Momentum Penguatan Takwa dan Kemajuan Peradaban

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama telah merilis kalender Hijriah yang memprediksi 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Meski demikian, penetapan resmi awal puasa akan ditentukan melalui sidang isbat yang dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan Syaban 1447 H.

Penentuan tersebut mengombinasikan metode hisab, yakni perhitungan astronomi untuk mengetahui posisi bulan, serta rukyat, yaitu pengamatan langsung hilal di sejumlah titik pemantauan di berbagai wilayah Indonesia. Hasil kedua metode itu kemudian menjadi dasar keputusan pemerintah yang berlaku secara nasional.

Dalam praktiknya, sebagian besar organisasi Islam di Indonesia mengikuti keputusan sidang isbat pemerintah. Nahdlatul Ulama, misalnya, berpegang pada metode rukyatul hilal bil fi’li dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan. Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria, NU akan menetapkan awal Ramadan sesuai keputusan pemerintah. Sebaliknya, jika hilal tidak terlihat, awal puasa dapat bergeser satu hari.

Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan lebih awal jadwal puasa Ramadan 1447 H. Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Pimpinan Pusat Muhammadiyah memutuskan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan tersebut tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.

Penetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki yang digunakan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah. Berdasarkan hasil perhitungan astronomi, ijtimak menjelang Ramadan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01.09 UTC. Setelah itu, kriteria visibilitas hilal global dinilai telah terpenuhi di wilayah tertentu di dunia, sehingga awal Ramadan ditetapkan serentak secara global.

Baca juga: Sambut Ramadan 2026, Budi Santoso Buka Pasar Murah Kemendag, 75 UMKM Ramaikan Lapangan Pejambon

Dengan adanya perbedaan metode dan kriteria penetapan, masyarakat diimbau untuk menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat sebagai rujukan nasional, sembari tetap menghormati perbedaan pandangan yang berlaku di tengah umat Islam.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: