ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Jerawat kerap dianggap sebagai masalah klasik yang hanya dipicu perubahan hormon. Padahal, para ahli kulit menegaskan bahwa pola hidup dan kebiasaan sehari-hari memegang peranan besar dalam munculnya jerawat di wajah.
Secara medis, jerawat terbentuk ketika pori-pori atau folikel rambut tersumbat oleh minyak alami kulit (sebum), sel kulit mati, dan kotoran. Kondisi ini kemudian memicu pertumbuhan bakteri yang menyebabkan peradangan. Prosesnya bisa dimulai dari komedo, berlanjut menjadi benjolan kemerahan, hingga berkembang menjadi jerawat besar berisi nanah atau yang dikenal sebagai jerawat batu.
Tanpa disadari, sejumlah kebiasaan yang dianggap sepele justru membuat jerawat semakin sulit diatasi. Berikut beberapa kebiasaan yang terbukti dapat memperparah kondisi kulit berjerawat.
Mencuci wajah terlalu sering
Banyak orang mengira semakin sering mencuci wajah, kulit akan semakin bersih. Faktanya, mencuci wajah berlebihan justru dapat menghilangkan minyak alami yang berfungsi melindungi kulit. Ketika lapisan pelindung ini hilang, kulit akan memproduksi minyak lebih banyak sebagai respons, sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat. Idealnya, wajah dibersihkan dua kali sehari dengan gerakan lembut.
Memencet jerawat tanpa pengawasan medis
Kebiasaan memencet jerawat masih menjadi kesalahan umum. Tekanan pada jerawat dapat mendorong sumbatan masuk lebih dalam ke lapisan kulit, memperpanjang peradangan, serta meningkatkan risiko bekas jerawat permanen. Jika tangan dalam kondisi kotor, bakteri juga bisa menyebar dan memperparah infeksi.
Baca juga:
Sering Berminyak dan Berjerawat? Ini 8 Pemicu Kulit Wajah Terlihat Mengilap yang Kerap Diabaikan
Layar ponsel yang jarang dibersihkan
Ponsel menjadi benda yang hampir selalu menempel di tangan. Namun, layar ponsel bisa menjadi sarang bakteri dan kotoran. Saat layar yang kotor ditempelkan ke wajah, bakteri berpotensi berpindah ke kulit dan menyumbat pori-pori. Membersihkan ponsel secara rutin atau menggunakan earphone saat menelepon dapat membantu mengurangi risiko ini.
Paparan produk rambut ke area wajah
Produk rambut seperti pomade, gel, atau minyak rambut dapat memicu jerawat jika sering mengenai kulit wajah. Kandungan minyak di dalamnya berisiko menyumbat pori-pori, terutama di area dahi dan sekitar garis rambut. Mengurangi penggunaan produk berbahan dasar minyak dan menjaga agar tidak mengenai wajah dapat menjadi langkah pencegahan sederhana.
Tidur tanpa membersihkan riasan
Make up yang dibiarkan menempel semalaman dapat bercampur dengan minyak dan kotoran, lalu menyumbat pori-pori. Kebiasaan ini membuat kulit sulit bernapas dan meningkatkan risiko jerawat. Membersihkan wajah dengan metode double cleansing sebelum tidur menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan kulit.
Pemilihan produk skin care dan make up yang kurang tepat
Tidak semua produk perawatan cocok untuk kulit berjerawat. Produk yang mengandung minyak atau bersifat komedogenik dapat memperburuk kondisi kulit. Penggunaan produk berlabel non-komedogenik serta menjaga kebersihan alat make up secara rutin sangat dianjurkan untuk mencegah penumpukan bakteri.
Pola makan tinggi gula dan makanan olahan
Konsumsi berlebihan makanan manis dan olahan diketahui dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan meningkatkan produksi minyak di kulit. Pada sebagian orang, produk susu dan olahannya juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko jerawat. Pola makan seimbang dengan asupan serat dan air yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan kulit dari dalam.
Baca juga:
Jangan Cuma Pakai Sekali! Ini Cara Reapply Sunscreen yang Benar agar Kulit Tetap Terlindungi Sepanjang Hari
Stres berkepanjangan
Meski tidak secara langsung menyebabkan jerawat, stres yang tidak terkelola dapat memperburuk peradangan yang sudah ada. Stres memicu pelepasan hormon tertentu yang dapat meningkatkan produksi minyak di kulit. Mengelola stres melalui istirahat cukup, olahraga, atau aktivitas relaksasi menjadi bagian penting dalam perawatan kulit.
Dengan memahami berbagai pemicu jerawat dari kebiasaan sehari-hari, upaya pencegahan bisa dilakukan secara lebih menyeluruh. Perawatan kulit tidak hanya soal produk yang digunakan, tetapi juga bagaimana seseorang menjalani pola hidup yang lebih sehat dan seimbang.