Banner Utama

Hujan Lebat Masih Berpotensi Terjadi, Purbalingga Perpanjang Tanggap Darurat Bencana

Banyumas Raya
By Hermiana  —  On Feb 06, 2026
Caption Foto : Kondisi terkini pascabencana di Kabupaten Purbalingga. (Foto : Dok. Prokompim Purbalingga).

ORBIT-NEWS.COM, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga kembali memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor selama dua pekan ke depan. Kebijakan ini diambil menyusul masih tingginya potensi hujan lebat yang dikhawatirkan dapat memicu bencana susulan di wilayah terdampak.

Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif menegaskan, perpanjangan status ini menjadi langkah strategis agar proses penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih optimal. Sejumlah wilayah masih membutuhkan dukungan logistik, perbaikan infrastruktur, serta percepatan rehabilitasi rumah warga yang terdampak.

“Perpanjangan satu kali lagi selama 14 hari diperlukan agar seluruh kebutuhan penanganan dan pemulihan bisa tertangani dengan baik,” ujar Fahmi.

Ancaman bencana susulan turut menjadi pertimbangan utama. Kepala Pelaksana Harian Sekretariat BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyampaikan bahwa intensitas hujan di kawasan pegunungan Purbalingga masih relatif tinggi.

Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi memicu longsor maupun banjir lanjutan, sehingga status tanggap darurat masih relevan untuk dipertahankan. Selain aspek keselamatan, status ini juga membuka ruang lebih luas bagi pemerintah daerah untuk mengakses dukungan anggaran dan bantuan lintas sektor.

Baca juga: Lansia di Sruweng Tewas Tersengat Listrik Saat Cari Rumput, Polisi Imbau Warga Waspada Instalasi Berbahaya

“Dengan status tanggap darurat, pemanfaatan Dana Belanja Tidak Terduga bisa tetap dilakukan, termasuk peluang bantuan material dari Kementerian Sosial untuk perbaikan rumah warga,” jelas Bergas.

Bantuan Pemprov Jateng

Di tengah proses evaluasi, BPBD Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi atas progres penanganan bencana di Desa Sangkanayu, Serang, dan Kutabawa. Sejumlah daerah yang sebelumnya terisolasi akibat longsor dan banjir kini sudah kembali terhubung, meski akses belum sepenuhnya pulih.

Beberapa infrastruktur darurat telah terpasang, seperti jembatan Bailey penghubung Kaliurip–Gunung Malang dan jembatan kayu sementara Bambangan–Clekatakan. Akses jalan Gunung Malang–Bambangan yang sempat tertutup lumpur tebal kini mulai terbuka, meski dua jembatan di jalur tersebut masih terputus dan belum dapat dilalui kendaraan.

Data terbaru BPBD Kabupaten Purbalingga mencatat, bencana banjir dan tanah longsor di tiga desa terdampak menyebabkan 126 rumah mengalami kerusakan, sementara 254 jiwa terpaksa mengungsi dan masih membutuhkan bantuan.

Baca juga: Svarga Mina Padi Banyumas, Surga Wisata Edukasi di Kaki Gunung Slamet yang Hidupkan Ekonomi Desa

Pada kesempatan yang sama, pemerintah daerah juga menerima dukungan dari berbagai pihak. Bantuan yang disalurkan antara lain dana dari Kwarcab Gerakan Pramuka Purbalingga sebesar Rp150 juta, donasi dari Walikota Tono City, Jepang, senilai 150 ribu yen, bantuan dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) sebesar Rp52 juta, serta Cadangan Pangan Pemerintah berupa 20.515 kilogram beras dari Badan Pangan Nasional melalui Perum Bulog untuk warga Desa Sangkanayu, Serang, dan Kutabawa.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: