ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Rasa ngilu pada gigi saat menyantap makanan atau minuman panas, dingin, manis, maupun asam kerap dianggap sepele. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal gigi sensitif, masalah kesehatan gigi yang cukup umum dialami masyarakat dan dapat berdampak pada kualitas hidup jika tidak ditangani dengan tepat.
Secara medis, gigi tersusun atas empat lapisan utama, yakni enamel (email), dentin, cementum, dan pulpa. Enamel merupakan lapisan terluar sekaligus paling keras yang berfungsi melindungi gigi dari rangsangan luar. Namun, seiring waktu, enamel dapat menipis akibat kebiasaan menyikat gigi terlalu keras, konsumsi makanan asam berlebihan, atau kebersihan mulut yang kurang terjaga.
Ketika enamel menipis atau terkikis, lapisan dentin di bawahnya akan lebih mudah terpapar. Dentin memiliki jutaan saluran mikroskopis yang terhubung langsung dengan pulpa, bagian dalam gigi yang kaya akan pembuluh darah dan saraf. Akibatnya, rangsangan suhu panas atau dingin dapat langsung mencapai saraf gigi dan menimbulkan rasa ngilu yang tajam.
Baca juga: Diet Raw Food Kian Populer, Tren Makan Tanpa Masak yang Diklaim Lebih Sehat
Tak hanya karena enamel yang menipis, gigi sensitif juga dapat dipicu oleh berbagai faktor lain, seperti penumpukan plak, tambalan gigi yang rusak, gigi retak, hingga penyakit gusi. Pada beberapa orang, rasa ngilu bahkan bisa muncul secara berulang dan berlangsung selama bertahun-tahun.
Meski sering kali mereda dalam hitungan menit atau jam, gigi ngilu yang berulang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penderitanya menjadi sulit menikmati makanan dan minuman secara bebas, bahkan bisa mengalami penurunan nafsu makan. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memengaruhi kesehatan mulut secara keseluruhan.
Karena itu, penanganan yang tepat menjadi kunci. Salah satu langkah awal yang dianjurkan adalah menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif.
Cara Kerja Pasta Gigi untuk Gigi Sensitif
Pasta gigi khusus gigi sensitif diformulasikan untuk mengatasi sumber rasa ngilu. Produk ini bekerja dengan cara menyumbat lubang-lubang kecil pada dentin menggunakan partikel berukuran sangat kecil atau nanopartikel. Dengan tertutupnya saluran dentin, rangsangan dari makanan dan minuman tidak langsung mencapai saraf gigi.
Baca juga: Kenali Zona Detak Jantung Saat Olahraga, Kunci Latihan Aman dan Efektif
Selain itu, pasta gigi jenis ini umumnya mengandung mineral yang dapat melapisi permukaan gigi, sehingga membantu melindungi gigi dari serangan zat asam. Kandungan mineral tersebut juga berperan dalam memperbaiki dan memperkuat enamel, membuat gigi lebih tahan terhadap perubahan suhu dan zat pemicu ngilu lainnya.
Namun, para ahli mengingatkan bahwa efektivitas pasta gigi gigi sensitif sangat bergantung pada penyebabnya. Jika gigi ngilu disebabkan oleh gigi berlubang, infeksi gusi, atau kerusakan struktur gigi yang serius, penggunaan pasta gigi saja tidak cukup. Pemeriksaan dan perawatan langsung oleh dokter gigi tetap diperlukan.
Gigi ngilu bukan sekadar masalah kenyamanan, melainkan sinyal bahwa ada gangguan pada struktur gigi. Deteksi dan penanganan dini, disertai perawatan yang tepat, dapat mencegah masalah yang lebih serius di kemudian hari. Menjaga kebersihan gigi, memilih pasta gigi yang sesuai, serta rutin memeriksakan gigi ke dokter menjadi langkah penting untuk mempertahankan kesehatan gigi dan mulut.