ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Bagi banyak pekerja di Indonesia, upah minimum regional (UMR) kerap dianggap hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup bulanan. Kenaikan harga bahan pokok, biaya transportasi, hingga kebutuhan tak terduga sering membuat sisa gaji terasa semakin menipis. Tak heran jika investasi masih dipersepsikan sebagai sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh mereka yang berpenghasilan besar.
Namun anggapan tersebut perlahan mulai bergeser. Perencana keuangan menilai bahwa investasi tetap bisa dilakukan oleh pekerja bergaji UMR, asalkan disertai perencanaan yang matang dan pengelolaan keuangan yang disiplin. Bahkan, investasi justru dinilai penting sebagai langkah awal membangun ketahanan finansial jangka panjang.
Investasi tidak selalu menuntut modal besar. Dengan pendekatan bertahap dan strategi yang tepat, pekerja bergaji UMR dapat mulai berinvestasi secara aman dan terukur.
Menentukan Tujuan Keuangan Sejak Awal
Langkah pertama yang perlu dilakukan sebelum berinvestasi adalah menetapkan tujuan keuangan yang jelas. Tujuan tersebut dapat berupa pembentukan dana darurat, persiapan biaya pendidikan, rencana membeli rumah, hingga tabungan hari tua.
Baca juga: Obligasi Jadi Primadona Investasi Milenial dan Gen Z, Ini Alasan dan Cara Memulainya
Dengan tujuan yang terdefinisi, pekerja dapat menentukan jangka waktu investasi serta memperkirakan nominal dana yang perlu disisihkan setiap bulan. Tujuan yang jelas juga membantu menjaga konsistensi agar dana investasi tidak terpakai untuk kebutuhan lain.
Anggaran Bulanan Jadi Fondasi Utama
Pengelolaan anggaran menjadi kunci utama bagi pekerja dengan penghasilan terbatas. Gaji bulanan sebaiknya dibagi ke dalam pos-pos yang jelas, mulai dari kebutuhan pokok, tabungan, hingga investasi.
Sejumlah perencana keuangan menyarankan alokasi investasi sebesar 10–20 persen dari penghasilan bulanan. Persentase ini dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing, tanpa harus memaksakan diri hingga mengganggu kebutuhan utama.
Mengenali Arus Keuangan Secara Menyeluruh
Baca juga: Stasiun Purwokerto Jadi Panggung Budaya, Barongsai Meriahkan Libur Imlek
Selain menyusun anggaran, pencatatan pemasukan dan pengeluaran juga menjadi langkah penting. Tidak hanya gaji pokok, seluruh penghasilan tambahan perlu dicatat agar kondisi keuangan dapat dipetakan secara utuh.
Dengan mengetahui selisih antara pemasukan dan pengeluaran, pekerja dapat menentukan besaran dana investasi yang realistis dan berkelanjutan. Kebiasaan ini juga membantu mengidentifikasi pos pengeluaran yang masih bisa ditekan.
Gaya Hidup Hemat, Ruang Investasi Makin Luas
Pengeluaran impulsif sering menjadi penghambat utama bagi rencana investasi. Oleh karena itu, penerapan gaya hidup hemat perlu dilakukan dengan membedakan kebutuhan dan keinginan.
Menunda pembelian yang tidak mendesak serta lebih selektif dalam berbelanja dapat membuka ruang lebih besar untuk menyisihkan dana investasi. Efisiensi pengeluaran menjadi kunci agar investasi tetap berjalan meski dengan gaji UMR.
Baca juga: Pergerakan Emas Hari Ini: Antam Melemah, Perhiasan dan Merek Lain Tetap Stabil
Memilih Instrumen yang Ramah bagi Pemula
Pemilihan instrumen investasi juga harus disesuaikan dengan profil risiko dan kemampuan finansial. Bagi pemula dengan penghasilan UMR, instrumen berisiko rendah dinilai lebih aman sebagai langkah awal.
Salah satu instrumen yang banyak dipilih adalah emas. Saat ini, investasi emas tidak lagi membutuhkan modal besar karena tersedia skema tabungan emas dengan nominal terjangkau, bahkan mulai dari puluhan ribu rupiah. Skema ini memungkinkan pekerja bergaji UMR berinvestasi secara bertahap tanpa harus menunggu dana besar terkumpul.
Dengan perencanaan yang tepat, disiplin anggaran, serta pemilihan instrumen yang sesuai, investasi bukan lagi hal mustahil bagi pekerja bergaji UMR. Konsistensi menjadi kunci utama agar investasi dapat tumbuh dan memberikan manfaat nyata di masa depan.
Baca juga: Jelang Ramadan, PT Pertamina Patra Niaga Tambah 1,1 Juta Tabung LPG 3 Kg untuk Jateng–DIY
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.