ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Jepang memasuki babak baru. Jika sebelumnya fokus pada penempatan tenaga kerja, kini kolaborasi tersebut diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) hingga level manajerial di perusahaan-perusahaan Jepang.
Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dengan Gubernur Prefektur Kagawa, Ikeda Toyohito, di Jakarta, Jumat malam, (23/1/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama ketenagakerjaan, pendidikan vokasi, serta perluasan investasi Jepang di Jawa Tengah.
Taj Yasin mengungkapkan, Pemerintah Prefektur Kagawa menaruh minat besar terhadap tenaga kerja asal Jawa Tengah. Bahkan, Jepang berharap pekerja dari Jateng tidak hanya mengisi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga dipersiapkan sebagai calon pimpinan di perusahaan mereka.
“Ini bentuk kepercayaan yang luar biasa. Jepang melihat potensi SDM Jawa Tengah bukan sekadar pekerja, tetapi aset jangka panjang yang bisa berkembang menjadi head manager,” ujar Taj Yasin.
Menurutnya, kepercayaan tersebut mencerminkan meningkatnya pengakuan internasional terhadap kualitas dan etos kerja tenaga kerja Jawa Tengah. Setiap tahun, provinsi ini meluluskan sekitar 245 ribu siswa SMK dari berbagai bidang strategis, seperti manufaktur, otomotif, konstruksi, pertanian modern, pariwisata, hingga layanan keperawatan lansia.
Baca juga: Jalur Semarang–Purwodadi Putus Total, Polisi Terapkan Pengalihan Arus dan Siaga Penuh di Grobogan
Untuk menjawab kebutuhan industri global, Pemprov Jateng terus mendorong standarisasi kompetensi, sertifikasi profesi, serta penyelarasan kurikulum pendidikan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja internasional. Hasilnya terlihat dari meningkatnya jumlah pekerja migran asal Jawa Tengah di Jepang. Pada 2024 tercatat sebanyak 3.760 orang, kemudian melonjak menjadi 5.712 orang pada 2025 atau meningkat sekitar 52 persen.
Di sisi lain, Taj Yasin menegaskan pentingnya mendorong investasi Jepang masuk ke Jawa Tengah. Menurutnya, strategi ini menjadi solusi agar masyarakat tidak selalu harus mencari peluang kerja ke luar negeri.
“Dengan menghadirkan industri Jepang ke Jawa Tengah, lapangan kerja bisa tercipta di dalam negeri. Kami siap memberikan kemudahan dan kepastian investasi,” tegasnya.
Proyek Strategis
Pemprov Jateng saat ini menyiapkan sejumlah proyek strategis di sektor energi, industri manufaktur, pertanian dan perikanan terintegrasi, serta pariwisata berkelanjutan. Pemerintah daerah juga telah menerapkan sistem perizinan OSS berbasis risiko, disertai berbagai insentif fiskal seperti tax holiday, tax allowance, serta pembebasan bea masuk mesin dan bahan baku.
Baca juga: 532 Warga Brebes Terdampak Tanah Gerak, Pemprov Jateng Percepat Relokasi dan Pembangunan Huntara
Selama periode 2021–2025, Jepang tercatat sebagai salah satu investor utama di Jawa Tengah dengan total investasi mencapai Rp24,216 triliun, menempatkannya di peringkat ketiga investor terbesar. Investasi tersebut tersebar di sejumlah wilayah seperti Jepara, Batang, Kota Semarang, Pemalang, dan Kendal, dengan sektor dominan meliputi listrik dan gas, tekstil, otomotif, mesin, serta elektronik.
Sementara itu, Gubernur Prefektur Kagawa Ikeda Toyohito menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi tenaga kerja Indonesia, khususnya dari Jawa Tengah, yang saat ini berjumlah sekitar 4.000 orang dan bekerja di berbagai sektor industri di wilayahnya.
“Mereka bekerja dengan baik dan menjadi bagian penting dalam mendukung perekonomian daerah kami,” ujar Ikeda.
Ia memastikan pemerintah daerah di Jepang memberikan perhatian serius terhadap kenyamanan dan keamanan pekerja asing, termasuk melalui penyediaan pendidikan bahasa Jepang sebelum keberangkatan.
“Penguasaan bahasa menjadi kunci adaptasi. Karena itu, kami berupaya mendukung pelatihan bahasa sejak awal,” katanya.
Baca juga: Pemprov Jateng Kebut Tambal 4.870 Titik Jalan Rusak, Gubernur Targetkan Tuntas Sebelum Mudik 2026
Dukungan serupa juga datang dari sektor pendidikan di Jawa Tengah. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Syamsudin Isnaeni, menyatakan kesiapan pihaknya memperkuat pelatihan bahasa Jepang di tingkat SMA dan SMK. Menurutnya, penguasaan bahasa Jepang menjadi faktor utama bagi lulusan yang ingin bekerja di Negeri Sakura. Program pelatihan akan dilaksanakan secara selektif melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, sejalan dengan program Go Global.
“Anak harus benar-benar berminat, dan orang tua juga mendukung. Dengan persiapan yang matang, peluang kerja dan jenjang karier di Jepang akan semakin terbuka,” pungkasnya.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.