ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Dunia akademik dan kebudayaan Nusantara kembali mencatat peristiwa penting. Dosen Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, K.R.H.A. Dr. Dimas Indianto Sastronagoro, resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Pengageng Kapujanggan atau Pujangga Keraton dalam struktur Bebadan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Minggu (18/1/2026).
Pengangkatan tersebut menjadi bagian dari agenda penyerahan Surat Keputusan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2026 yang diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Dr. Fadli Zon. SK tersebut berkaitan dengan penugasan pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kawasan cagar budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai warisan budaya nasional.
Kepercayaan yang diberikan Keraton kepada Dr. Dimas tidak datang secara tiba-tiba. Sosok akademisi ini dikenal luas memiliki rekam jejak panjang dalam dunia sastra, filologi, dan kajian kebudayaan Nusantara. Selama bertahun-tahun, ia aktif menulis karya sastra, artikel ilmiah, jurnal akademik, hingga esai-esai kebudayaan yang memperkaya perbincangan intelektual tentang tradisi dan identitas bangsa.
Di luar aktivitas kepenulisan, Dr. Dimas juga konsisten melakukan penelitian terhadap naskah-naskah klasik Nusantara, khususnya manuskrip Jawa. Kajian terhadap teks-teks lama tersebut dipandang memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan memori intelektual Keraton Kasunanan Surakarta sebagai salah satu pusat peradaban Jawa.
Komitmen akademik tersebut semakin menguat saat ia menuntaskan studi doktoralnya melalui disertasi berjudul “Pendidikan Islam Nusantara: Kajian Filosofis dalam Serat Centhini karya Pakubuwono V”. Karya ilmiah ini menempatkan Serat Centhini tidak hanya sebagai karya sastra monumental, tetapi juga sebagai ensiklopedia kebudayaan Jawa yang memuat nilai-nilai pendidikan, spiritualitas, etika, dan filosofi kehidupan masyarakat Nusantara.
Baca juga:
Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jadikan Ramadan 1447 H Momentum Penguatan Takwa dan Kemajuan Peradaban
Pengangkatan Pujangga Keraton dari kalangan akademisi dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di era modern. Keraton tidak hanya diposisikan sebagai simbol tradisi, tetapi juga sebagai ruang produksi pengetahuan, sastra, dan kebudayaan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Ke depan, kehadiran Dr. Dimas Indianto Sastronagoro diharapkan mampu menjadi penghubung antara tradisi intelektual keraton dengan dunia akademik kontemporer. Melalui peran tersebut, nilai-nilai luhur budaya Jawa diharapkan semakin dekat dengan masyarakat luas, khususnya generasi muda, tanpa kehilangan akar historis dan filosofisnya.