Banner Utama

Teh Hijau Kian Populer sebagai Pendamping Diet, Ini Fakta Ilmiah dan Cara Konsumsi yang Tepat

Kesehatan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Feb 08, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Minuman teh hijau semakin diminati masyarakat sebagai bagian dari gaya hidup sehat, terutama bagi mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Selain dikenal rendah kalori, teh hijau juga menyimpan berbagai senyawa aktif yang diyakini mampu membantu pembakaran lemak jika dikonsumsi dengan cara yang tepat dan diimbangi pola hidup sehat.

Teh hijau telah digunakan selama ribuan tahun sebagai tanaman herbal dengan manfaat relaksasi. Seiring perkembangan riset kesehatan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau secara rutin berpotensi membantu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit jantung, osteoporosis, hingga stroke. Manfaat tersebut semakin optimal jika dibarengi dengan aktivitas fisik dan pola makan seimbang.

Keunggulan teh hijau terletak pada proses pengolahannya yang tidak melalui fermentasi. Proses ini membuat kandungan antioksidan di dalamnya tetap tinggi, khususnya katekin. Senyawa katekin diketahui berperan dalam meningkatkan pembakaran lemak, terutama saat tubuh sedang aktif bergerak atau berolahraga.

Selain katekin, teh hijau juga mengandung epigallocatechin gallate (EGCG), senyawa yang mampu merangsang hormon pemecah lemak serta meningkatkan laju metabolisme tubuh. Efeknya, tubuh dapat membakar lemak lebih efisien dan mengubahnya menjadi energi, bahkan saat dalam kondisi istirahat.

Tak hanya itu, kandungan kafein alami dalam teh hijau turut berperan dalam mengendalikan nafsu makan. Beberapa studi menunjukkan bahwa kafein dapat membantu penderita obesitas mengurangi keinginan makan berlebihan, sehingga mendukung keberhasilan diet jika diimbangi dengan pola konsumsi makanan yang sehat.

Baca juga: Diet Raw Food Kian Populer, Tren Makan Tanpa Masak yang Diklaim Lebih Sehat

Namun, para ahli menekankan bahwa manfaat teh hijau tidak akan maksimal jika dikonsumsi sembarangan. Teh hijau sebaiknya diseduh tanpa tambahan gula atau pemanis lain. Waktu konsumsi yang dianjurkan adalah pada pagi hari sebelum beraktivitas atau sebelum berolahraga. Sebaliknya, minum teh hijau menjelang tidur atau bersamaan dengan makan besar sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan kualitas tidur.

Untuk mendukung hasil diet, masyarakat juga disarankan menerapkan pola hidup sehat secara menyeluruh. Mulai dari mengonsumsi makanan bergizi seimbang seperti buah, sayur, biji-bijian, kacang-kacangan, dan sumber protein laut, mencukupi kebutuhan cairan minimal dua liter per hari, hingga rutin berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari.

Dalam memilih produk teh hijau, konsumen diminta lebih cermat membaca label kemasan. Teh hijau murni tanpa tambahan bahan lain dinilai lebih aman dan efektif. Produk yang mengandung campuran ekstrak tanaman dengan klaim instan penurun berat badan sebaiknya diwaspadai, terutama jika keamanannya belum terbukti secara ilmiah.

Dengan konsumsi yang tepat dan konsisten, teh hijau dapat menjadi pendamping diet yang aman dan menyehatkan. Namun, teh hijau bukan solusi instan. Perubahan gaya hidup tetap menjadi kunci utama untuk mencapai dan mempertahankan berat badan ideal.

Baca juga: Kenali Zona Detak Jantung Saat Olahraga, Kunci Latihan Aman dan Efektif

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: