ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan ketahanan pangan Indonesia tetap kokoh di tengah tantangan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa stok pangan, khususnya beras, berada pada posisi aman, bahkan mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Data terbaru menunjukkan stok beras nasional per Januari 2026 mencapai 3,3 juta ton, melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Angka ini belum pernah terjadi sebelumnya. Insya Allah, kondisi pangan kita aman,” ujar Mentan Amran.
Lonjakan serapan beras pemerintah juga menjadi indikator positif. Januari lalu, serapan mencapai 112 ribu ton, meningkat hampir 700 persen dibandingkan Januari 2025 yang hanya 14 ribu ton. Menurut Amran, hal ini menegaskan sistem ketahanan pangan nasional tetap kuat meski menghadapi curah hujan tinggi di beberapa daerah.
Menariknya, curah hujan yang deras justru menjadi berkah bagi sektor pertanian. “Cuaca ini mendukung percepatan tanam. Tantangan terbesar justru saat terjadi kekeringan seperti fenomena El Nino,” kata Amran.
Kementerian Pertanian (Kementan) secara aktif memantau kondisi produksi dan stok pangan, terutama di sentra produksi padi di Pulau Jawa. Hasil pemantauan menunjukkan Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat tetap berada dalam kondisi aman, meski beberapa wilayah dilanda banjir lokal.
Baca juga: Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jadikan Ramadan 1447 H Momentum Penguatan Takwa dan Kemajuan Peradaban
Selain pemantauan, pemerintah memanfaatkan data prakiraan cuaca dari BMKG untuk mengantisipasi potensi gangguan produksi. Strategi ini memungkinkan Kementan mengambil langkah cepat, mulai dari penanganan genangan hingga penyaluran bantuan benih untuk petani terdampak.
Sebagai contoh, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Yudi Sastro memimpin peninjauan langsung ke lahan pertanian terdampak genangan di Kabupaten Bekasi dan Karawang. Petani setempat diimbau untuk segera melakukan tanam ulang dengan dukungan benih dari pemerintah, sementara normalisasi saluran air dan irigasi menjadi langkah jangka panjang untuk menjaga produksi tetap stabil.
“Kunci menjaga stabilitas pangan nasional adalah tata kelola air yang baik dan respons cepat di lapangan. Dengan langkah antisipatif ini, produksi pangan kita tetap terjaga meski cuaca ekstrem terjadi,” tegas Amran.
Dengan kesiapan stok beras dan strategi mitigasi yang matang, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional akan tetap aman sepanjang 2026, sekaligus memastikan masyarakat tidak menghadapi risiko kekurangan pangan di tengah dinamika iklim.
Baca juga: Di Tengah Ancaman Iklim, Indonesia Catat Rekor Terendah Kematian DBD
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.