ORBIT-NEWS.COM, TEGAL – Implementasi kerja sama pendidikan lintas negara kembali ditunjukkan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bersama Pondok Pesantren Muhammadiyah Ahmad Dahlan (PPAD) Tegal. Melalui forum diskusi bertajuk Beyond Borders: A Palestinian Student’s Journey of Peace and Education, kedua institusi menghadirkan mahasiswa asal Gaza, Palestina, untuk berdialog langsung dengan para santri.
Kegiatan yang digelar untuk kedua kalinya ini menghadirkan Samara, mahasiswa Program Magister Pendidikan Agama Islam (S2 PAI) UMP asal Gaza. Forum diskusi tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus pembelajaran lintas budaya yang sarat nilai kemanusiaan, perdamaian, dan penguatan karakter.
Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) antara FAI UMP dan PPAD Tegal yang berfokus pada penguatan pendidikan karakter, internasionalisasi kampus, serta dakwah pencerahan berbasis pesantren. Kehadiran mahasiswa internasional di lingkungan pesantren dinilai sebagai langkah konkret menghadirkan pendidikan berdampak langsung bagi santri.
Ketua Program Studi S2 PAI, Assoc. Prof. Dr. Darodjat M.Ag menuturkan, pertemuan ini menjadi momentum penting bagi santri untuk berinteraksi langsung dengan mahasiswa dari wilayah konflik yang selama ini hanya mereka kenal melalui pemberitaan.
“Ini adalah pertemuan kedua santri PPAD dengan mahasiswa asal Gaza. Interaksi langsung ini memberikan pengalaman emosional yang mendalam. Santri terlihat sangat antusias, terharu, sekaligus bangga bisa belajar langsung dari saudara mereka yang datang dari Palestina,” ujarnya.
Baca juga: ParagonCorp Perluas Akses Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa Lewat Novo Club Batch 4
Sementara itu, Pengasuh sekaligus guru PPAD Tegal, Ustadzah Safira Nur Hayani, Lc., menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Muhammadiyah Ahmad Dahlan dikenal sebagai pesantren kader Muhammadiyah yang mengintegrasikan pendidikan diniyah, kurikulum formal, dan pembinaan kepemimpinan.
“PPAD memiliki kekuatan pada pembinaan akhlak dan ideologi Muhammadiyah, penguatan bahasa asing, sistem pengasuhan yang terstruktur, serta tradisi prestasi santri di bidang akademik, keagamaan, dan organisasi,” jelas alumnus Universitas Al-Azhar Kairo tersebut.
Dalam sesi diskusi, Samara menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya pendidikan yang menekankan nilai moral dan pembentukan karakter. Menurutnya, proses belajar yang menyenangkan dan bermakna mampu membentuk kepercayaan diri, kepedulian sosial, serta ketangguhan emosional peserta didik.
“Melalui ruang belajar yang aman dan positif, santri dapat mengekspresikan diri, bekerja sama, dan tumbuh secara emosional. Pendidikan tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter dan moral yang kuat untuk masa depan,” ungkap Samara.
Ia menambahkan, integrasi antara pembelajaran dan kebahagiaan menjadi kunci dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan nilai kemanusiaan yang tinggi.
Baca juga: Keluhan Opsen PKB Menguat, Ketua DPRD Banyumas Dorong Kajian Menyeluruh dan Transparan
Ustadzah Safira pun menilai kehadiran mahasiswa internasional ini membawa dampak positif bagi semangat belajar santri, khususnya dalam penguasaan bahasa asing.
“Kunjungan saudara kami menjadi energi baru bagi santri di semester genap. Antusiasme mereka untuk belajar bahasa Inggris dan Arab meningkat signifikan. Terima kasih atas kebersamaan dan inspirasi yang diberikan,” tuturnya.
Melalui kolaborasi ini, FAI UMP dan PPAD Tegal menegaskan komitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga membangun kesadaran global, empati kemanusiaan, dan karakter kepemimpinan santri di era internasional.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.