ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Dampak luapan air di sejumlah titik jalur rel wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta dan Daop 4 Semarang masih berimbas pada perjalanan kereta api yang terhubung dengan Daop 5 Purwokerto. Demi menjaga keselamatan perjalanan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) hingga Senin (19/1/2026) masih memberlakukan pembatalan kereta api fakultatif serta rekayasa pola operasi pada sejumlah perjalanan KA jarak jauh.
Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diambil setelah dilakukan pemantauan intensif dan pemeriksaan teknis menyeluruh terhadap kondisi jalur rel yang terdampak cuaca ekstrem. Menurutnya, keselamatan pelanggan menjadi prioritas utama perusahaan. Oleh karena itu, KAI terus melakukan pemantauan kondisi jalur secara real time serta pengecekan langsung oleh petugas di lapangan sebelum menentukan pola operasi perjalanan kereta api.
“Langkah antisipatif ini merupakan upaya menjaga keselamatan pelanggan dan juga perjalanan kereta api, seiring dengan dilakukannya pemantauan kondisi jalur secara real time oleh petugas di lapangan,” ujar As’ad.
Berdasarkan evaluasi operasional terkini, KAI Daop 5 Purwokerto membatalkan sejumlah perjalanan kereta api untuk keberangkatan Senin (19/1/2026). Pembatalan meliputi KA Kamandaka relasi Semarang Tawang–Purwokerto/Cilacap pulang-pergi, yakni KA 181, KA 194, dan KA 197. Selain itu, KA Purwojaya relasi Gambir–Cilacap PP juga dibatalkan, mencakup KA 50F, KA 53F, KA 57F, dan KA 58F.
Baca juga: Obligasi Jadi Primadona Investasi Milenial dan Gen Z, Ini Alasan dan Cara Memulainya
Selain pembatalan, KAI juga memberlakukan rekayasa pola operasi berupa pengalihan rute perjalanan pada sejumlah kereta api jarak jauh. Langkah ini dilakukan untuk menghindari lintasan yang terdampak genangan air sekaligus memastikan perjalanan kereta api tetap dapat dilayani dengan aman.
Puluhan KA, di antaranya Argo Bromo Anggrek, Pandalungan, Sembrani, Brawijaya, Jayabaya, Harina, hingga Kertajaya, dijalankan dengan rute alternatif melalui lintas Semarang Tawang–Gundih–Solo Balapan–Purwokerto–Cirebon, serta sebaliknya melalui Cirebon–Purwokerto–Solo Balapan–Gundih–Semarang Tawang.
Meski berdampak pada perubahan waktu tempuh, kebijakan rekayasa perjalanan ini dinilai sebagai langkah terbaik agar layanan transportasi kereta api tetap berjalan tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan, KAI menyiapkan layanan service recovery bagi pelanggan yang terdampak pembatalan maupun perubahan pola operasi. Pelanggan berhak memperoleh pengembalian bea tiket sebesar 100 persen sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengembalian bea tiket dapat diajukan paling lambat tujuh hari sejak tanggal pembatalan. Pelanggan yang tidak berkenan melanjutkan perjalanan akibat pembatalan, pengalihan rute, maupun keterlambatan perjalanan juga berhak atas refund penuh, termasuk untuk tiket terusan dan tiket pulang-pergi. Pengajuan refund dapat dilakukan melalui loket Stasiun Purwokerto, Kroya, Cilacap, dan Kutoarjo, serta melalui Contact Center 121 maupun layanan aplikasi Access by KAI.
Baca juga: Keluhan Opsen PKB Menguat, Ketua DPRD Banyumas Dorong Kajian Menyeluruh dan Transparan
KAI Daop 5 Purwokerto menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Perusahaan juga memastikan akan terus memberikan informasi terbaru secara berkala seiring dengan proses penanganan jalur yang terdampak cuaca ekstrem. Seiring kondisi cuaca yang masih belum stabil, KAI mengimbau pelanggan untuk terus memantau informasi perjalanan dan mengapresiasi kesabaran serta kerja sama masyarakat selama masa penyesuaian layanan ini.