ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Menjalani ibadah puasa membutuhkan kondisi tubuh yang sehat dan bugar agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan optimal. Salah satu faktor penting yang sering luput diperhatikan adalah kecukupan nutrisi, terutama vitamin C dan zinc, yang berperan besar dalam menjaga daya tahan tubuh selama berpuasa.
Selama puasa, pola makan berubah secara signifikan. Tubuh hanya menerima asupan makanan dan minuman pada waktu tertentu, sehingga berisiko mengalami kekurangan nutrisi bila tidak diimbangi dengan konsumsi makanan bergizi. Vitamin C dan zinc dikenal sebagai dua nutrisi penting yang membantu sistem imun bekerja lebih efektif dalam melawan infeksi dan menjaga stamina tubuh.
Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel tubuh dari kerusakan, sekaligus mendukung pembentukan sel imun. Sementara itu, zinc berperan dalam proses regenerasi sel, mempercepat penyembuhan, serta membantu tubuh beradaptasi terhadap perubahan metabolisme selama puasa. Kombinasi keduanya dinilai efektif dalam mengurangi keluhan umum saat berpuasa, seperti mudah lelah, lesu, pusing, hingga rasa mengantuk berlebihan.
Kebutuhan vitamin C dan zinc sebenarnya dapat dipenuhi dari sumber makanan alami. Berbagai buah dan sayuran, seperti jeruk, jambu biji, kiwi, pepaya, mangga, nanas, brokoli, kubis, paprika, dan kembang kol, kaya akan vitamin C. Adapun zinc banyak ditemukan pada makanan sumber protein, seperti tiram, kepiting, daging ayam, daging sapi, kacang-kacangan, jamur, gandum, sereal, serta produk olahan susu seperti yoghurt.
Namun, dalam kondisi tertentu—seperti aktivitas padat atau keterbatasan variasi menu—pemenuhan nutrisi dari makanan saja terkadang belum mencukupi. Di sinilah peran suplemen multivitamin menjadi pelengkap. Suplemen yang mengandung vitamin C dan zinc dapat membantu menjaga keseimbangan nutrisi harian, sehingga tubuh tetap prima selama menjalani ibadah puasa.
Baca juga: Diet Raw Food Kian Populer, Tren Makan Tanpa Masak yang Diklaim Lebih Sehat
Selain memperhatikan asupan vitamin dan mineral, ada beberapa langkah sederhana yang dapat menunjang kesehatan selama puasa. Memenuhi kebutuhan cairan saat sahur, berbuka, dan malam hari penting untuk mencegah dehidrasi. Konsumsi makanan bergizi seimbang dengan membatasi makanan tinggi lemak, gula, dan kafein juga dianjurkan. Aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki, joging santai, atau yoga, tetap bisa dilakukan untuk menjaga kebugaran, asalkan disesuaikan dengan kondisi tubuh.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat memberikan manfaat bagi sistem kekebalan tubuh. Namun, manfaat tersebut hanya dapat diperoleh secara optimal jika kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi. Oleh karena itu, menjaga asupan vitamin C dan zinc, baik dari makanan maupun suplemen, menjadi langkah penting agar puasa berjalan lancar dan tubuh tetap sehat hingga akhir Ramadan.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.