ORBIT-NEWS.COM, KOTA PEKALONGAN – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Pekalongan dalam beberapa waktu terakhir tidak berdampak signifikan terhadap ketersediaan maupun harga kebutuhan pokok masyarakat. Hasil pemantauan pemerintah daerah menunjukkan, harga bahan pangan relatif stabil, bahkan sejumlah komoditas justru mengalami penurunan.
Kepala Bidang Perdagangan Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Fitria Yuliani Kartika, menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan Ketersediaan dan Perkembangan Harga Kebutuhan Pokok Masyarakat (Kepokmas) sepanjang Januari 2026, tidak ditemukan gejolak harga yang mengkhawatirkan.
“Secara umum kondisi harga kebutuhan pokok aman dan terkendali. Beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga karena pasokan dari daerah produsen sedang melimpah,” kata Fitria.
Ia menjelaskan, penurunan harga terutama terjadi pada komoditas hortikultura dan protein hewani. Cabai merah keriting turun dari Rp37.800 menjadi Rp34.500 per kilogram, cabai rawit merah dari Rp46.000 menjadi Rp40.500 per kilogram, serta cabai rawit hijau dari Rp40.700 menjadi Rp35.000 per kilogram. Selain itu, harga bawang merah, bawang bombay, daging ayam ras, dan telur ayam ras juga mengalami penurunan meski tidak terlalu signifikan.
Baca juga: Jalur Semarang–Purwodadi Putus Total, Polisi Terapkan Pengalihan Arus dan Siaga Penuh di Grobogan
Sementara itu, beberapa komoditas tercatat mengalami kenaikan tipis, seperti gula pasir curah yang naik dari Rp16.700 menjadi Rp17.000 per kilogram dan bawang putih dari Rp35.900 menjadi Rp36.500 per kilogram.
Adapun komoditas strategis lainnya terpantau stabil, di antaranya beras medium Rp13.500 per kilogram, beras premium Rp14.900 per kilogram, minyak goreng curah Rp18.000 per liter, minyak goreng premium Rp21.000 per liter, serta Minyakita Rp17.000 per liter.
Fitria menegaskan, kelancaran distribusi menjadi faktor utama terjaganya stabilitas harga di tengah cuaca yang tidak menentu. Jalur distribusi dari daerah penghasil hingga pasar-pasar di Kota Pekalongan masih berfungsi normal tanpa hambatan berarti.
“Ketersediaan pasokan masih mencukupi dan distribusi berjalan lancar. Masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan atau lonjakan harga secara tiba-tiba,” ujarnya.
Pemerintah Kota Pekalongan, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan rutin harga dan pasokan kebutuhan pokok sebagai langkah antisipasi, sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika cuaca dan kondisi ekonomi.
Baca juga: 532 Warga Brebes Terdampak Tanah Gerak, Pemprov Jateng Percepat Relokasi dan Pembangunan Huntara