Banner Utama

Tekan Risiko KDRT dan Perceraian, Pemprov Jateng Siapkan Kelas Konsultasi Pra-Nikah

Daerah
By Vivin  —  On Feb 09, 2026
Caption Foto : Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen menerima audiensi Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Jawa Tengah di Semarang, Senin (9/2/2026).(Foto : Dok. Kominfo Jateng).

ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG  - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan terobosan baru dalam penguatan ketahanan keluarga melalui rencana pembentukan kelas konsultasi bagi calon pengantin. Program ini digagas Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen sebagai upaya preventif menghadapi berbagai persoalan rumah tangga, mulai dari konflik pasangan hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Gagasan tersebut disampaikan Taj Yasin saat menerima audiensi Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Jawa Tengah di Semarang, Senin (9/2/2026). Menurutnya, kompleksitas persoalan keluarga saat ini menuntut intervensi sejak sebelum pernikahan berlangsung.

“Pemerintah provinsi perlu hadir sejak awal, bukan hanya ketika masalah sudah terjadi. Kelas calon pengantin ini penting untuk membekali pasangan dengan pemahaman dan kesiapan mental, meskipun kita menghadapi keterbatasan anggaran,” ujar Taj Yasin.

Ia menilai, banyak konflik rumah tangga dipicu oleh minimnya komunikasi, ketidaksiapan emosional, serta kurangnya pemahaman tentang hak dan kewajiban dalam pernikahan. Karena itu, edukasi pra-nikah diharapkan mampu menekan angka KDRT dan konflik berkepanjangan di dalam keluarga.

Dalam pelaksanaannya, Taj Yasin mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk sinergi BP4 dengan program Kecamatan Berdaya yang telah memiliki layanan paralegal untuk pendampingan korban kekerasan dalam rumah tangga. Integrasi ini diharapkan menciptakan sistem perlindungan keluarga yang lebih menyeluruh.

Baca juga: Jalur Semarang–Purwodadi Putus Total, Polisi Terapkan Pengalihan Arus dan Siaga Penuh di Grobogan

Ketua BP4 Jawa Tengah Eman Sulaeman menyambut baik rencana tersebut dan menilai inisiatif Pemprov Jateng sejalan dengan misi lembaganya. BP4, kata dia, selama ini tidak hanya berfokus pada pembinaan perkawinan, tetapi juga menangani mediasi konflik keluarga, advokasi, hingga mitigasi dampak perceraian, terutama terhadap anak.

“BP4 memiliki konsultan dan fasilitator yang tersertifikasi. Kami siap berkolaborasi untuk mendukung program kelas calon pengantin agar benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Eman.

Penguatan Ketahanan Keluarga

Dukungan juga datang dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah. Kepala DP3AKB Ema Rachmawati menyampaikan bahwa pemerintah daerah sebenarnya telah memiliki sejumlah program penguatan ketahanan keluarga, termasuk pendidikan kesehatan reproduksi dan pengasuhan keluarga.

Menurut Ema, rencana kelas konsultasi pra-nikah saat ini sedang dimatangkan dan kemungkinan akan dilaksanakan secara daring agar dapat menjangkau lebih banyak pasangan calon pengantin di seluruh Jawa Tengah.

Baca juga: 532 Warga Brebes Terdampak Tanah Gerak, Pemprov Jateng Percepat Relokasi dan Pembangunan Huntara

“Kami ingin menyediakan ruang belajar dan konsultasi bagi pasangan yang akan menikah. Berkeluarga bukan hanya soal kebahagiaan, tetapi juga kesiapan menghadapi tantangan yang tidak ringan,” jelasnya.

Materi kelas nantinya akan mengacu pada modul resmi Kementerian Agama, dengan menghadirkan konsultan dan fasilitator bersertifikasi, termasuk dari BP4 Jawa Tengah. Pemerintah berharap program ini menjadi investasi jangka panjang dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan berdaya di Jawa Tengah.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: