ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti menegaskan pentingnya membangun budaya keamanan pangan secara menyeluruh sebagai fondasi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat membuka forum advokasi program keterpaduan keamanan pangan di Pendopo Si Panji, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, keamanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari desa, sekolah, hingga pelaku usaha.
“Program ini tidak hanya berorientasi pada pengawasan, tetapi juga pada peningkatan kesadaran, pengetahuan, serta kemandirian masyarakat dalam memastikan pangan yang dikonsumsi aman,” kata Lintarti.
Ia menjelaskan, program keterpaduan keamanan pangan memiliki tujuan strategis, di antaranya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan aman, memperkuat sinergi lintas sektor, serta mendorong peningkatan kualitas hidup dan perekonomian daerah.
Lintarti juga mengajak kepala desa untuk mengintegrasikan program keamanan pangan dengan pembangunan desa, termasuk mengembangkan potensi usaha pangan lokal tanpa mengabaikan standar keamanan.
Baca juga: Polres Pekalongan Bagikan Bunga untuk Pemohon SIM Tepat Waktu
“Potensi lokal seperti usaha pangan rumah tangga dan kuliner khas harus terus dikembangkan dengan tetap mengedepankan aspek keamanan pangan,” tegasnya.
Selain itu, pihak sekolah dan pengelola pasar juga didorong untuk berperan aktif. Sekolah diharapkan mampu menghadirkan kantin sehat dan mengawasi jajanan anak, sementara pasar perlu meningkatkan kualitas pengelolaan agar terbebas dari bahan berbahaya.
Tiga Pilar Keamanan Pangan
Baca juga: Polresta Banyumas Ungkap Kasus Kekerasan Anak, Dipicu Konsumsi Miras Berujung Pembakaran
Sementara itu, Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Banyumas, Gidion, menyampaikan bahwa keamanan pangan merupakan aspek mendasar dalam menjaga kesehatan masyarakat.
“Pangan yang aman adalah fondasi utama kesehatan masyarakat. Karena itu, diperlukan sistem pengawasan yang efektif dan menyeluruh,” tuturnya.
Ia menambahkan, pada tahun 2026, program keterpaduan keamanan pangan kembali dilaksanakan di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Banyumas, dengan tiga pilar utama, yang dirancang menyentuh berbagai lapisan masyarakat, yaitu :
Baca juga: Dari Sampah Jadi Energi: Inovasi FEB Unsoed Bersama ISEI dan Bank Indonesia
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan Balai POM, program ini diharapkan mampu menciptakan sistem keamanan pangan yang kuat, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih dan mengonsumsi pangan yang aman dan berkualitas.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.